STARK™
Welcome To Stars Cheaters

Masa Kecilku yang Paling Indah!!!

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Masa Kecilku yang Paling Indah!!!

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:47 am

Saat itu saya baru kelas 3 SD, jadi belum tahu apa-apa tentang seks.Apalagi berhubungan badan. Umur saya waktu itu kira-kira masih 9 atau10 tahun. Jadi saya rasa pembaca sekalian pun mengerti kalau disaat-saat usia seperti itu boleh dibilang kita tidak tahu apa-apa.Betul tidak? Sewaktu saya kecil seperti itu, saya tinggal di desa SBdengan kakek dan nenek saya. Memang dari umur 1 sampai kira-kira 12tahun saya tidak pernah tinggal bersama orang tua saya. Boleh dikatakandi sana saya hidup tanpa teman, soalnya desa saya dulunya mayoritaspenduduk pribumi, sedangkan saya non pribumi. Jadi hanya sebagian yangmau berteman dengan saya.

Karena apabila pulang sekolah sayatidak ada teman bermain, saya sering bermain sendiri atau kadang-kadangpergi ke rumah tetangga sebelah bermain-main. Tetangga sebelah sayajuga mempunyai seorang anak dan jarang bergaul. Jadi kami selalubermain bersama. Oh ya saya lupa, anak tetangga sebelah saya itu adalahseorang cewek manis dengan rambut panjang dan memiliki tinggi lebihdari saya. Dan satu lagi, umur dia lebih tua dari saya 2 tahun. Jadipada saat itu, dia masih berumur kira-kira 13 tahun. Memang benar kataguru Biologi saya bahwa umumnya cewek lebih cepat dewasa ketimbang pria.

Hampirsetiap hari saya main ke sebelah, dan orang tuanya juga baik kepadasaya. Ya mungkin juga gara-gara anaknya jarang bergaul. Jadi merekaselalu senang kalau melihat saya bermain-main dengannya. Cewek temansaya bermain ini, kita sebut saja bernama Siska. Sering ditinggalsendiri di rumah, karena ibunya adalah seorang bidan yang setiap harijarang di rumah. Sedangkan ayahnya adalah seorang pekerja. Jadiotomatis kalau ibunya pergi dia tinggal sendirian di rumah. Karena diasering sendiri, kadang-kadang dia datang ke rumah saya untuk mengajaksaya bermain di rumahnya. Terang saja saya mau, soalnya di rumahnyaselain banyak permainan, juga bebas karena tidak ada orang yangmelarang. Karena keseringan saya bersamanya, kami sudah tidak adaperasaan malu satu sama lain. Kami juga sering menonton acara TV berduadan seingat saya waktu itu masih belum ada banyak saluran. Hanya adaTVRI saja. Bila di rumah sedang kosong, kami habiskan waktu denganbermain-main, seperti main catur, main rumah-rumahan dan bila sudahbosan kami duduk berdampingan nonton TV bersama. Apabila nonton filmhoror saya sangat senang karena apabila dia ketakutan kami seringberpelukan. Karena dia lebih tua dari saya, tak jarang saya mendapatpelajaran tentang apa saja darinya.

Saya ingat pada suatu siangkarena kecapaian bermain, saya tertidur di kamarnya. Mungkin karena diajuga kecapaian dia tidur juga di samping saya dan ketika saya bangunsaya merasakan tangan saya sudah memegang sesuatu yang lembut daritubuhnya dan ketika saya lihat ke samping ternyata tangan saya sedangmemegang dadanya yang pada saat itu masih belum membesar tapi sudahlumayan untuk dinikmati. Karena belum mengerti apa-apa sayamenggerakkan tangan saya untuk menggeser agar tidak mengganggutidurnya, namun tangannya yang lembut tiba-tiba menangkap tangan sayaagar tetap berada di dadanya. Sambil menggerak-gerakkan tangannya yangmenangkap tangan saya di dadanya, saya lihat dia sepertinya keenakan.Dan walaupun saya waktu itu belum mengerti tentang yang begituan, tapinaluri saya mengatakan untuk terus melanjutkan kegiatan itu tanpadikomando. Saya pun meletakkan tangan saya satu lagi ke payudaranya danmeremas-remasnya perlahan. Walaupun dia masih dalam keadaan tidur danberpakaian lengkap. Namun sensasi yang saya rasakan waktu itu begituindah. Bahkan kemaluan saya bisa berdiri sangat tegang.

Dia yangsudah merasakan bahwa tangan saya telah bergerak sendiri pun mulaimelepaskan genggamannya pada tanganku dan membiarkan tangan sayabergerak sendiri. Kemudian tangannya bergerak menuju ke batang kemaluansaya yang sudah berdiri tegak tetapi karena waktu itu saya masih kecil,jadi batang kemaluan saya juga kecil dan masih botak. Saya terang sajakaget, karena dia tiba-tiba mengeluarkan kemaluan saya danmenggenggamnya. Saya waktu itu tidak mengerti apa maunya dan tidakpernah mengerti soal bagituan. Namun semakin lama saya semakinmerasakan nikmat yang susah dilukiskan dengan kata-kata. Saya melihatdia telah membuka matanya dan melihat dia tersenyum melihat wajah polossaya yang tidak mengerti soal begituan. Dia kemudian dengan tangansatunya lagi mengangkat kaosnya ke atas dan sekarang hanya tinggal kaoskutangnya saja. Tangan saya yang kembali diam ditariknya kembali keperutnya yang telanjang dan mengusap-usapkannya. Saya pun mulaimengusap-usap perutnya yang berkulit halus dan putih itu, karena sayamerasakan bahwa kulitnya sangat enak dielus.

Dia yang tahu kalausaya sejak kecil tidak pernah tinggal bersama orang tua kemudianbertanya, "Tango, apakah kamu pernah minum ASI?" saya hanya menggelengdan terus menikmati usapan tangan saya dan genggaman tangannya dibatang saya. "Apakah kamu mau mencoba?" saya mengangguk dengan cepat,karena seumur-umur saya tidak pernah merasakan. Dia pun kemudianmembuka kaos kutangnya dan terlihat olehku sepasang bukit yang tidakbegitu tinggi mencuat ke atas. Kemudian dia menghentikan aktifitasnyadan duduk bersila bersandar di dinding. Dengan bertelanjang dada diakemudian mengambil kepala saya dengan lembut dan ditariknya agar rebahdi pangkuannya dan setelah saya rebah dengan kepala tepat berada dipangkuannya. Dia kemudian memegang payudaranya yang sebelah kanan danmenyodorkannya ke mulut saya. Saya kemudian pun menghisap-hisappayudaranya. Dia tertawa kegelian dan kembali menangkap batang kemaluansaya dan mempermainkannya kembali.

"Kak, kok nggak ada susunya", protes saya waktu itu.
"Kita kan sekarang lagi main rumah-rumahan, jadi kita ecek-ecek aja."
Saya pun mengangguk dan kembali menghisap payudaranya yang masih berwarna merah muda itu.
"Nah,sekarang saya berperan jadi mama, dan kamu anak mama yang masih keciljadi kamu harus nurut", katanya lagi dan saya tetap setuju walau sayakurang mengerti arah permainannya.

Tapi saya tidak perdulikarena sepertinya permainan rumah-rumahan seperti begini yang barupertama kali kami mainkan sepertinya sangat menarik dan mengasyikkan.Karena batang kemaluan saya terus dipermainkan dengan tangannya,tiba-tiba saya merasakan seperti ingin kencing. "Siska, eh, mama sayamau kencing." Dia pun menghentikan kegiatannya dan kemudian mengangkatkepala saya kemudian berkata, "Oke.. sekarang mama bawa kamu ke kamarmandi dan sekalian mandi yah." Saya kembali mengangguk. Sesampai didepan pintu kamar mandi, dengan masih bertelanjang dada dia kemudianmembuka semua pakaian saya. Saya hanya menurut, dan kini saya tanpasehelai benang pun yang menutup ditariknya tangan saya ke kamar mandi,dia pun kemudian menutup pintu dan mulai membuka celananya plus CD-nya.Kini untuk pertama kalinya saya melihat dia telanjang bulat di depansaya. Entah kenapa kemaluan saya yang tadi sempat turun, kembali naiksetelah melihat dia jongkok untuk pipis sehingga kemaluannya yang sudahmulai ditumbuhi bulu-bulu halus terlihat jelas.

Liangkemaluannya yang kemerah-merahan membuat saya terbengong. "Lho, katanyamau kencing?" katanya sambil tersenyum dan kembali memandang juniorsaya yang sudah naik tinggi. Saya pun kemudian berjalan menujuklosetnya dan kencing di sana, tapi kencing saya sedikit saja. Setelahselesai bahu saya kemudian dipegangnya dan kemudian dia membalikkantubuh saya dan kembali terlihat oleh saya teman bermain saya yang kiniberperan sebagai ibu dengan rambut diikatnya ke atas dengan tanpabusana. Kemudian dia pun mulai memandikanku seperti seorang ibumemandikan anaknya atau bila boleh dikata memandikan suaminya, sebabdia selalu saja memegang kemaluan saya.

Setelah selesaimemandikan saya, saya dimintanya untuk menunggu sebentar dan duduk dikloset karena dia bilang kalau sekarang giliran mama yang mandi. Sayahanya duduk dan melihat dia mandi. Setelah ia selesai membersihkanbadannya. Dia kemudian berjalan menuju saya dan berkata, "Sstt..sekarang ceritanya kamu sudah besar dan sedang mandi dengan istrimu",kemudian dengan sikap jongkok dia kembali sekali lagi menggenggambatang kemaluan saya dan kali ini dia masukkan ke mulutnya yang mungil,sambil dikocok-kocok dan mengulumnya. Saya merasakan geli dan nikmatmenjadi satu. Kemudian entah naluri dari mana tangan saya berusahamenggapai payudaranya. Melihat tangan saya bergerak dan berusahamenggapai payudaranya tapi tidak sampai karena Siska sedang berjongkok,dia pun kemudian naik dan membungkuk dengan mulut tak lepas dari batangkemaluanku dengan maksud agar tanganku sampai ke dadanya.

Setelahsampai saya pun meremas-remas dadanya. Setelah lama bermain dengan gayabegitu, dia kemudian berdiri, dan menyuruh saya agar ikut berdiri. Sayakembali hanya mengikutinya karena saya menganggap permainannya kali inisangat menarik. Dia kemudian menyandarkan saya ke dinding kemudian sayalihat wajahnya sangat dekat ke wajah saya. Saya sering melihat adeganberciuman di TV, maka saya pun ingin merasakan berciuman dan saya rasadia juga demikian. Maka sedetik kemudian kami sudah saling mengulumwalaupun pada saat itu kami tidak mengerti caranya. Kami hanya salingmengisap dan mengulum. Karena saya waktu itu lebih rendah beberapacenti darinya. Jadi sewaktu ia menciumku, tubuhnya sangat rapat dansaya dapat merasakan payudaranya menekan ke dada saya, sedangkan dibawah saya merasakan kalau pinggulnya bergerak maju mundur, sebab sayawaktu itu bisa merasakan kalau batang saya yang sudah tegak itubergesekan dengan selangkangannya yang maju mundur.

Setelah puasberciuman tanpa bicara dia kemudian memegang kemaluan saya danmengarahkan ke liang kemaluannya. Namun pada saat itu saya rasa diatelah mengerti soal keperawanan sedangkan saya tidak tahu apa-apa (yangpenting enak) dia hanya memasukkan sedikit batang kemaluan saya keliang kemaluannya. Hanya kira-kira 1/3 dari panjangnya dia genggam danmasukkan ke lubang kemaluannya. Kemudian setelah dia taksir tepat, diapun mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga tepat 1/3 bagianyang masuk ke lubangnya. Waktu itu saya melihat dia seperti merasakankenikmatan yang luar biasa karena berkali-kali dia mendesah danmendesis.

Setelah beberapa menit saya merasakan ada cairanhangat membasahi batang kemaluan saya dan saya melihat dia berhentidari aktifitasnya sesaat dan kemudian mencabut kemaluan saya. Diakemudian mencolek sedikit cairan yang keluar dari lubang kemaluannyadan menciumnya. "Ini apa yah? kok bisa keluar dari memekku?" tanyanyakepada saya. Terang saja saya tidak tahu dan saya pun ikut mencoleksedikit dari kemaluannya. Sewaktu jari saya mencolek kemaluannya sayamelihat dia mengejang sedikit, mungkin saat itu saya menyentuhklitorisnya. Dan saya pun menciumnya, "Nggak tahu yah, kok kental gini.Memangnya sebelumnya nggak pernah keluar?" dia hanya menggeleng. "Sudahdech, nggak pa-pa, entar juga tahu sendiri", katanya santai.

Kemudiandia pun membersihkan kemaluannya. Melihat saya masih terbengong dia punkemudian menarik saya dan membersihkan batang kemaluan saya. Pada saatdia membersihkan, dia seperti mengocok-ngocok kemaluan saya dankemudian menyiramnya dengan air, namun tak lama kemudian saya kembalimerasakan mau kencing, "Siska, saya mau kencing nih."
"Ah.. kamu kan tadi baru kencing masa kencing lagi", jawabnya dengan tangan tetap membersihkan kelamin saya.
"Sis, udah nggak tahan nih, udah mau keluar", ucap saya sambil menahan sesuatu yang akan keluar.
"Keluarkan aja kalau memang ada", tantangnya.
Dancurr.. akhirnya saya tidak dapat menahannya dan kami berdua kembaliterkejut dan saling memandang satu sama lain setelah apa yang tadi sayakeluarkan habis. Sejenak saya bagai terbang ke awang-awang.

"Lho, kok kencing kamu warnanya lain?" tanyanya kepada saya.
Saya hanya mengangkat bahu.
"Sama seperti tadi, eh, kok ini kamu mengecil?" tanyanya lagi sambi menunjuk ke kemaluanku.
Sayakembali mengangkat bahu dan menjawab, "Nggak tahu yah.. tapi waktu tadiyang putih-putih itu keluar rasanya kok enak sekali", kali ini sayamemberi respon.
"Iya, saya tadi juga merasakan kayak gitu", katanya.
"Mungkin ini sebabnya orang dewasa suka kayak gitu", sambungnya memberi alasan.
"Maksudnya?" tanyaku tak mengerti.
"Iyasoalnya waktu tante saya datang dari Medan, waktu malam saya nggaksengaja liat tante sama suaminya sedang memasukkan kelaminnya sepertiyang kita lakukan tadi, terus setelah saya intip lama, kemudian tantesama paman sama-sama bilang, Ahh.. dan kemudian mencabutnya, mungkinitu rasa nikmat karena cairan kayak gini keluar", Siska menjelaskanpanjang lebar.
"Ooo.. tapi rasanya enak lho, lain kali kita main kayak gini lagi mau?" ajak saya.
"Ok,tapi kata mama saya, saya nggak boleh masukkan sesuatu ke memek sayadalam-dalam, katanya entar bisa berdarah, jadi saya takut. Tapi lainkali kita mainnya kayak tadi aja yah?"
Kali ini saya setuju dan mengangguk cepat.

Kemudian kami mandi sekali lagi dan berpakaian kembali.
"Eh, Tango lu jangan bilang siapa-siapa yah tentang yang kita lakukan tadi, entar kita bisa dimarahin", larangnya.
"Ok dech, tenang aja.. habis mandi enaknya ngapain yah?"
"Yuk kita nonton TV aja, sambil nunggu mamaku pulang."
Dankami pun menonton acara kartun di TV yang pada saat itu sedangmenayangkan kartun Kura-Kura Ninja. Setelah kartunnya habis, tak lamakemudian mama Siska pulang, dan saya pun mau pulang untuk belajar.Karena rumah saya hanya di sebelah dan hanya dibatasi pagar baturendah, saya pun biasa pulang dengan memanjat pagar itu. Setelah sampaidi atas pagar saya dengar Siska berteriak, "Tango, besok-besok kitamain rumah-rumahan lagi yah?" Saya kemudian mengangguk dan mengacungkanjempolku kepadanya.

Nah, setelah kejadian itu saya semakinsering ke rumahnya, namun karena mamanya sekarang jarang keluar siang,jadi kami jarang bermain, dan seingat saya, saya hanya sempat bermainseperti itu empat kali dengannya dan selama kami bermain rumah-rumahan,keperawanannya tetap terjaga. Karena waktu saya umur 13 tahun, neneksaya dipanggil Tuhan. Dan saya pun dibawa kembali bersama orang tuasaya dan melanjutkan sekolah saya di kota M, dan sampai sekarang sayajarang pulang ke desa SB dan bila saya ke sana saya sudah tidak pernahberjumpa Siska. Kata keluarganya dia ikut tantenya keluar kota. Danpernah suatu kali saya pulang ke SB dan bertemu dengannya, kami hanyasenyum-senyum tanpa berbicara, sebab kami berdua sepertinya malu kalaumengingat kejadian sewaktu kami belum mengerti apa-apa.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik