STARK™
Welcome To Stars Cheaters

Oh............Tante Murni Part II

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Oh............Tante Murni Part II

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:46 am

Oh, terus terang saja, meskipun aku secara naluri sudah bangkit birahi,tetapi tak pernah kubayangkan bahwa aku akan melangkah sejauh ini dalambidang seksual apalagi di usiaku yang belum sampai sepuluh tahun itu.Aku agak ragu juga melepaskan mainan yang begitu nikmat di payudaraTante Murni, tetapi perintah Tante Murni membuatku merubah posisibadanku dan dengan ragu-ragu kudekatkan wajahku ke bukit cembung yangada bulu keritingnya itu. Merasakan keraguanku, Tante Murni tanpa basabasi langsung menekan kepalaku sehingga bibir dan hidungku menempel dibulu-bulu keriting yang halus itu. Karena tadi aku disuruh menggigitipayudara, maka kali ini akupun juga mulai menggigiti bukit cembung itu.Namun kudengar Tante Murni berteriak lirih, "Jangan keras kerasgigitnya Mas, sakit!". Ketidaktahuanku benar-benar konyol, aku kirabukit cembung itu sama seperti payudara, tetapi karena bidangnya kecil,tanganku tak mungkin untuk meremasnya, sebagai sasaran lain aku jadimeremas paha Tante Murni serta juga pantatnya. Ketika Tante Murnimembisiki agar ciumanku lebih turun lagi ke depan, aku agak bingungjuga.

Nah ketika aku maju ke depan barulah aku melihat celahsempit yang berbentuk bibir dan saat itu sudah basah. Warnanya sungguhmenarik merah muda dan bibirnya seperti berlipat lipat. Seperti biasaaku menciumi bagian ini dengan penuh semangat. "Jilat saja Mas, nikmatlho!", bisikan Tante Murni membuatku merubah lagi permainanku. Entahkenapa di tengah asyiknya aku menjilati celah basah yang asin dan agakamis itu, Tante Murni mengerang dan menjambak rambutku sambilmenjepitnya dengan kedua pahanya. Aku tak bisa bernafas dan aku segeraberontak melepaskan diri.

Tante Murni melepaskan dasternya yangtadi masih bergulung di atas dadanya sehingga dia sekarang jaditelanjang bulat. Dengan suara serak disuruhnya aku berbaring telentang,dengan telanjang bulat Tante Murni memegang burungku yang masih tegangitu, karena waktu itu aku belum dikhitan, tanteku menceletkan kuluppenisku yang terasa sangat geli bagiku kemudian dengan tiba-tiba TanteMurni mengangkangi burungku dia menurunkan pantatnya, dan dituntunnyaburungku memasuki celah sempit yang tadi aku jilati itu. Dilakukannyasemua ini dengan pelan-pelan sampai akhirnya aku merasakan kehangatanjepitan kemaluan tanteku yang ternyata telah sangat basah. Aku takmengerti apa yang dilakukan tanteku ini, tetapi terasa geli, ngilu disekitar kemaluanku, juga ada rasa perih. Tanteku hanya diam sajasetelah menelan burungku, dia malah mendekatkan dadanya ke wajahkusehingga aku mulai lagi menyedot puting susunya itu. Tanteku kembalimendesis-desis, dan terasa dia memutar-mutar pantatnya membuat burungkuseperti dikocok-kocok oleh tangan tanteku yang lembut itu, nikmatsekali.

Tanteku terus saja menggoyangkan pantatnya kekanan-kiri, putar sehingga ada rasa yang lebih nikmat di sekitarkemaluanku. Rasa geli yang ditimbulkan membuat aku makin ganas menciumibahkan juga menggigit daging montok yang bergantung di depanku itu.Ketika Tante Murni mengangkat pantatnya, aku merasa kalau batangburungku yang sekarang penuh lendir dari dalam celah Tante Murni itumenjadi gatal dan geli, ternyata rasanya jauh lebih menyenangkandaripada diremas dengan tangan Tante Murni, apalagi dengan tangankusendiri.

Tidak lama aku merasakan ada lendir yang meleleh dipangkal burungku, yang berasal dari lubang Tante Murni itu. Ketikakutanyakan apakah Tante Murni pipis, dia tak menjawab, melainkanmemejamkan matanya serta mendesis dengan keras sekali. Pantatnyaditekan keras-keras ke tubuhku sehingga terasa pangkal kemaluankumenyentuh bibir vaginanya yang hangat. Kurasakan tubuhnya menegang danberdenyut-denyut pada bagian kemaluannya, membuat burung kecilkuseperti diurut dan dipilin oleh tangan yang lembut. Oh.., sungguhkurasakan nikmat yang sungguh luar biasa. Bayangkan.., aku yang baru SDkelas 3 telah merasakan tubuh tanteku yang notabene beberapa tahunlebih tua, yang mungkin maniak seks (terakhir kutemukan koleksi gambargambar porno di balik tumpukan pakaiannya. Jujur saja Mbak, akupun taktahu apakah sebelum itu tanteku sudah pernah berhubungan seks, tetapikukira dia sudah pernah melakukannya, mungkin dengan temannya ketika diK.

Mbak pengalaman ini sangat membekas di hatiku, setelahkejadian itu setiap ada kesempatan aku selalu melakukan hal itu bersamatanteku, bahkan pada suatu saat Mbak Suli diajak melakukan bersama kamibertiga (nanti lain waktu aku cerita lagi tentang hal ini).

Kalaudulu kami masih berpura-pura, maka sekarang kami sudah pintar salingmerangsang, dan yang paling kunikmati adalah saat spermaku memancarkeluar, itulah puncak dari segala kenikmatan, geli, dan nikmatbercampur menjadi satu. Kami sama sama menyukai permainan ini sehinggasering dalam satu hari kami melakukannya tiga empat kali, sering jugatanteku pindah ke kamarku malam-malam dan kami melakukan hubungan seksini dengan pintu terkunci. Tante Murni juga senang mengulum burungku,bahkan seringkali juga aku muncrat di dalam mulutnya. Semua kegiatanini kulakukan kira-kira sampai kurang lebih 2 tahun sampai akhirnyatanteku pulang ke K. dan selanjutnya menikah di sana.

Mbak Yuri,disaat aku sudah berkeluarga keinginan untuk mengulang persetubuhanavonturir dengan tanteku sering muncul, yang aku bayangkan hanya betapasekarang aku akan lebih pintar membuat tanteku merasa nikmat, danakupun pasti juga akan lebih menghayati dalam merasakan kelembutantanteku itu. Semua keinginanku itu baru dapat terulang 15 tahunkemudian, ketika adikku yang paling kecil menikah di K.

Malamitu setelah acara resepsi pernikahan selesai kami kembali ke rumahkira-kira pukul 1 pagi, dan karena banyak saudara yang datang maka kamijuga menyewa beberapa kamar hotel melati yang letaknya tidak jauh darirumah (kira kira 200 meter), kebetulan waktu itu aku satu rombongandengan Tante Murni bersama dua orang anaknya (10 thn dan 7 thn),suaminya tidak ikut, karena ada tugas kantornya yang tak bisaditinggalkan. Tanteku tidur di ranjang bersama kedua anaknya, aku tidurdi lantai dengan kasur extra. Mungkin karena terlalu lelah keduaanaknya langsung tertidur tak lama setelah lampu kamar dipadamkan.

Walaupunlelah aku tak bisa memejamkan mata, karena mengingat-ingat kejadianbeberapa belas tahun lalu bersama tante yang sekarang sedang terbaringdi atas tempat tidur. Ternyata hal ini juga dialami oleh tante, akumerasakan ia gelisah bolak balik.
"Nggak bisa tidur Mas?".
"Iya nich, sumuk".
Sambilmelongok tante tersenyum kepada yang ada dibawahnya. Sambil turun dariranjang dia bilang, "Eh boleh nggak aku tidur di sini?, sumuk di atas,di sinikan anyep".

Aku menggeser ke tepi memberi tempat untuktante. Jantung ini serasa berpacu cepat ketika tubuh tante yang hangatmenempel ke sisi tubuhku. Aku merasa 'adikku' sudah mulai bereaksiwalaupun belum tegak benar (aku waktu itu hanya mengenakan kaos oblongdan sarung saja, tidak mengenakan CD). Aku semakin tidak tahan ketikatanteku memiringkan tubuhnya ke arahku sehingga sekarang dadanyamenempel pada lenganku. Semakin nggak karuan nich rasanya. ternyatatante tidak mengenakan BH, hanya daster terusan saja, yach payudaranyacukuplah, kira-kira 34B tapi terasa sudah sangat kencang di lenganku.Aku semakin berani, kuraih pinggang tante dan aku rapatkan padatubuhku. Tiba-tiba, tidak tahu siapa yang mulai kami telah salingberpagutan. Lidah tanteku dengan lincah menyelinap ke dalam mulutkuyang segera kubelit dengan lidahku sendiri.

Mbak Yuri, selamaitu aku hanya pernah berhubungan seks dengan isteriku sendiri, danselama itu juga trauma hubungan seksku dengan Tante Murni membuat akuselalu beranggapan bahwa Tante Murni "lebih nikmat" dari isteriku.Bagiku inilah saatnya untuk membuktikan kebenaran memori masa lalu itu.

TanganTante Murni mulai meraba dadaku terus ke bawah sampai di selangkangankudan menemukan 'adikku' yang sudah mengacung keras. Perlahan tanganTante Murni mulai membelai-belai, mengocok-ngocok. Aku tak mauketinggalan dengan ganas merogoh ke arah selangkangannya sambil mulutini tak henti hentinya bergantian menghisap puting yang telah menegang.Clitoris Tante Murni kubelai dengan sedikit kasar membuatnyamengelinjang tidak keruan. Ketika aku bermaksud akan menggunakan lidahuntuk membuat sensasi yang lain, tanteku mencegahnya, "Jangan Mas,tante nggak tahan gelinya", katanya. Aku mengurungkan niatku dan denganpandangan matanya aku mengerti bahwa tante sudah tidak tahan ingindisetubuhi maka aku mengambil posisi untuk menindihnya, perlahan akugesekan dulu 'adikku' ke seputar belahan dan permukaan liang tantekuitu, ia terlihat mengelinjang dan berusaha meraih penisku, dibimbingnyamenuju lembah kehangatannya.

Begitu ujung adikku sudah terselipdiantara kedua bibir vaginanya, dengan berbisik tante menyuruhku untukmenekan! Perlahan kuturunkan pantatku, oh.., ternyata kurang lebih samadengan rasa istri aku tapi agak lebih hangat rasanya. Mulai aku naikturunkan dengan perlahan membuat sensasi yang semakin lama semakinkupercepat irama kocokanku, sayangnya tante Munrni sama sekali tidakmemberi reaksi apa-apa, dia hanya diam saja, sambil tangannya terusmencakar-cakar punggungku. Rupanya tante sangat terpengaruh olehsuasana yang menegangkan ini, sehingga sulit untuk memberikan respon.Namun kira-kira pada menit ke 5 aku merasakan otot-otot vaginanya mulaiberkontraksi menandakan sudah waktunya bagi tante. Aku mempercepatkocokan dan membenamkan sedalam dalamnya sampai kurasakan dasarkewanitaannya, Kudengar tante menjerit tertahan karena segera dialetakkan bantal ke wajahnya untuk meredam suara yang timbul. Bagianvitalku terasa ada yang mencengkram lembut tapi ketat sekali, otot-ototvagina tanteku serasa memijat-mijat.

Mbak Yuri.., terus terangrasanya lebih nikmat dari yang selama ini aku pernah dapat dariisteriku, barang isteriku tidak bisa mencengkeram, meskipun sebenarnyalebih sempit dan kering dibanding kepunyaan tante yang terasa lebihlonggar dan agak licin itu.

Aku sendiri belum keluar saat itu,kulihat tanteku terkulai kelelahan, kubersihkan sisa-sisa air maniserta juga cairan dari dalam vaginanya dengan menggunakan handuk kecilyang ada di dekat situ. Setelah kurasakan kering, dengan perlahankumasukkan lagi burungku yang masih tegang dan kugenjot lagi. Akumenggigit bibir tanteku ketika kurasakan gesekan penisku dengan dindingvagina tante yang kesat dan kering itu, rasanya luar biasa.

Tantetiba tiba berbisik, "Mas, jangan digoyang dulu ya, biar tante yanggoyangin". Aku menurut saja, dan mulailah tanteku meletakkan keduakakinya di pantatku, lalu mulai bergoyang, pertama memutar ke kiri danke kanan, kadang-kadang disodoknya ke atas. Aku hanya memejamkan matamerasakan kenikmatan yang tak pernah aku dapat ini, "Enak mana punyatante sama Asri, Mas?". Aku tak menjawab pertanyaan tante ini, karenajujur saja Mbak Yuri, punya tanteku lebih nikmat dari vagina Asriisteriku. Tak tahan dengan putarannya, apalagi tanteku terusmembisikkan kata-kata yang membuatku makin terangsang, akupunikut-ikutan menggerakkan burungku maju mundur. Sementara buah dadatanteku sudah rata kuciumi dan kugigiti, tadinya aku takut untukmembuat cupangan didadanya, tetapi justru Tante Murni yang menyuruhku.

Beberapasaat kemudian aku rasakan sesuatu seakan mendesak untuk dikeluarkan.Kutekan sedalam-dalamnya dan meledaklah semua kenikmatan di dasarkewanitaannya. Tanteku tersenyum dalam kegelapan melihat aku mencapaikepuasan itu. "Mas, ini baru komplit ya"!, bisiknya.

Setelahmerasakan tuntasnya semprotan spermaku, Tante Murni mendorong tubuhkuke samping, dan dengan lembut dikulumnya burungku, aku menolak karenaterasa geli sekali membuat sakit di batang burungku, tetapi tante takmempedulikanku, terus saja dia menjilati sehingga burungku hinggabersih.

Sampai sekarang aku selalu merindukan persetubuhandengan Tante Murni ini. Seringkali aku melamun dan menganalisis apayang menyebabkan begitu nikmatnya rasa persetubuhan dengan dia.Jawabnya hanya satu, suasana yang penuh resiko, membuat rangsangan yangberbeda dan membuat aku menjadi penuh gairah.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik