STARK™
Welcome To Stars Cheaters

13 tahun Part VIII

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

13 tahun Part VIII

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:42 am

Part 4.SARI DAN RINA

Seperti telah kuceritakan di bagiansebelumnya, Senin, Rabu dan Jumat adalah jadwalku mengajar Sari danRina. Karena rumah Rina lebih dekat, maka Sari yang datang ke rumahRina. Ibu Rina adalah orang Menado. Bapaknya orang Batak. Kedua orangtuanya berada di Surabaya. Dia disini tinggal berdua saja dengan kakakperempuan tertuanya yang kerja di Bank. Mengontrak rumah mungil didaerah Cipete. Sedang kedua orang tua Sari adalah asli orang Tasik.Keduanya cantik. Tinggi tubuhnya hampir sama. Rina orangnya putih, agakgemuk dan sedikit banyak omong. Sedang Sari hitam manis, cenderungpendiam dan agak kurus.

Singkat cerita, setelah beberapa kalimengajar, aku tahu bahwa memang si Rina kurang bisa konsentrasi.Konsentrasinya selalu pecah. Ada saja alasannya. Berbeda dengan Sari.Bahkan kadang-kadang matanya menggoda nakal memandangku. Mungkin kalautidak ada Sari, sudah kuterkam dia. Pakaiannya pun kadang-kadangmengundang nafsuku. Celananya pendek sekali dengan kaos oblong tanpaBH. Berbeda sekali dengan Sari. Sari memang pendiam. Kalau tidakditanya, dia diam saja. Jadi kalau tidak tahu, dia malu bertanya.Tetapi dari pengalamanku, aku tahu kalau Sari ini mempunyai nafsu yangbesar yang terpendam.

Suatu saat aku datang mengajar ke rumahRina. Seperti biasa kalau jam belajar, pintu depannya tidak dikunci,jadi aku bisa langsung masuk. Kok sepi..? Pada kemana..? Akukebingungan, lihat sana dan sini mencari orang di rumah itu. Akulangsung ke dapur, tidak ada siapa-siapa. Aku memang biasa dan sudahdiizinkan berkeliling rumahnya. Mau masuk kamarnya, aku takut karenabelum pernah. Lalu aku duduk di ruang tamu, sambil buka-buka bukumempersiapkan pelajaran.

Samar-samar aku mendengar suaramendesah-desah. Aku jadi tidak konsentrasi. Kucari arah suara itu.Ternyata dari kamarnya Rina. Kutempelkan telingaku ke pintu. Setelahyakin itu suara Rina, kucoba memutar pegangan pintunya, ternyata tidakdikunci. Kubuka sedikit dan kuintip. Ternyata dia sedang masturbasi ditempat tidurnya. Tangan kirinya meremas-remas susunya, tangan kanannyamasuk ke dalam roknya. Wajah dan suara desahannya membuatku terangsang.Aku masuk pelan-pelan, dia kaget sekali melihatku. Tangannya langsungmenarik kaosnya menutupi susunya. Wajahnya merah padam karena malu.

"Ehh.. ee.. Mass.. suss.., ssuuddaahh laammaa..?" tanyanya terbata-bata.
Karenaaku sudah terangsang dan sudah yakin sekali kalau dia pun mau, langsungkulumat bibirnya. Mulanya dia kaget, tetapi tidak lama dia pun balikmembalas ciumanku dengan ganasnya. Tanganku pun langsung masuk ke dalamkaosnya, mencari bukit kembarnya. Kuraba-raba, kuremas-remas keduabukitnya bergantian. Tidak sekenyal dan sekeras punyanya Sara atauKetty.
"Aaahh.., Mass.., mm.., aahh..!" desahnya.

Karenacukup mengganggu, kuangkat lepas kaosnya. Terpampanglah kedua bukitkembarnya. Putih bersih dengan putingnya merah muda yang menonjolindah. Kurebahkan dia, kuciumi kedua bukit kembarnya bergantian.
"Ahh.., Mass..! Teruuss Mass..! Aahh.., oohh.. Hissaapp.., Mass..!"
Langsung kukulum-kulum dan kuhisap-hisap puting susu kanannya, sedang yang kiri kuremas-remas.
"Aaahh.., oohh.., Mass eenaakk.., Mass yang keeraass..!"

Tangannyasekarang tidak mau diam, mulai memegang batang kejantananku yang sudahtegang dari luar celanaku. Tanganku pun mulai masuk ke dalam roknya.Astaga. Dia tidak memakai celana dalam. Kucari-cari kaitan roknya,resletingnya, lalu kuplorotkan roknya. Terpampanglah tubuh indah putihdi hadapanku. Kucium perutnya, naik lagi ke susunya begituberulang-ulang. Kepalanya bergolek ke kiri dan ke kanan.
"Auwww.., Maass..! Aaadduuhh.., oohh..!" dia menikmati sensasi yang kuberikan.

Kira-kiratiga menit, tiba-tiba dia bangkit. Melepas kaosku, menurunkan celanaserta celana dalamku sekalian. Aku didorongnya. Batang kejantanankuyang sudah menegang langsung berdiri di hadapannya.
"Kamu nakal yaa.., berdiri tanpa izin..!" katanya kepada kemaluanku.
Langsung dikocok-kocok, diurut, dipijat oleh tangannya.
"Aaahh.. Riinn.. Dari tadi keekk..!" kataku protes.
Laludia mulai mengulum senjataku. Lalu kakinya memutar mengangkangiwajahku. Aku tahu maksudnya. Sekarang, ada bibir kemaluan indah dihadapanku. Langsung kulahap. Kujilati seluruh permukaan liangkeperawanannya.
"Sudah basah sekali ini orang..!" pikirku.
Setiap aku menyentuh kelentitnya, dia berhenti menyedot batang keperkasaanku.

Lalu dia melepaskan penisku, berdiri, lalu jongkok tepat di atas alat vitalku.
"Bukanmain..! Masih kelas 2 SMP kok sudah begini hebat permainannya..!"batinku, "Umurnya paling-paling sebaya Sara, 13 tahunan."
Dia pegang senjataku, dipaskan ke lubangnya, lalu dengan sangat perlahan dia berjongkok.
"Aaahh..!" desisku saat kepala kemaluanku ditelan liang kenikmatannya.
Masihsempit. Sangat perlahan dia menurunkan pantatnya. Penetrasi ini sungguhindah. Matanya terpejam, tangannya menekan dadaku. Dia menikmati sekalisetiap gesekan demi gesekan.
"Aaahh.., sshhsshh..!" desahnya.

Setelahseluruh batang kemaluanku masuk, terasa olehku kepala kejantanankumenyentuh rahimnya. Didiamkan sebentar sambil dikedut-kedutkan uratkemaluannya.
"Aaahh.., Riinn.. eennaakk sseekkaallii..!"
Lalu perlahan-lahan dia mulai menaik-turunkan pantatnya. Susunya bergoyang-goyang indah. Kuremas-remas keduanya.
"Aa.., ah.., ahh.., oohh.., sshshshsh.., shh..!"
Lama-lamasemakin cepat. Tidak lama kemudian dia menjepitkan kakinya ke pantatkusambil tangannya meremas dadaku dan menekan pantatnya agar masuk lebihdalam.

"Mass.., aakkuu.. uuddaahh.. aahh..!" desahnya tidak menentu.
"Syurr.. ssyyuurr.." cairan hangat menyelimuti kepala batang kejantananku.
Diarebah ke atas tubuhku. Aku yang belum sampai, langsung membalikkanbadannya. Langsung kegenjot dia secepat mungkin. Karena liangsenggamanya sudah basah, maka daya cengkramnya menurun. Sehingga akuharus lama memompanya.
"Maass.., uuddaahh..! Aaakkuu eenggaakk taahhaann..!Adduuhh.. Mmass..! Geellii..!" teriaknya.
Dia berkelojotan, susunya bergoyang-goyang. Kuremas-remas keduanya dengan kedua tanganku. Aku tidak peduli, terus saja kugenjot.

Sampaiakhirnya, "Aaahh.., Rriinn.. Maass.. ssaammpee.. aahh..!" desahku yangdiikuti dengan, "Croott.., croott.., croott..," empat kelompok cairanspermaku memuncrat di liang senggamanya.
Aku langsung ambruk kedadanya. Setelah reda nafasku, kupeluk dia sambil berguling kesebelahnya. Kucium keningnya. Kudekap dia lebih rapat. Batangkeperkasaanku masih tertancap di liang kenikmatannya.
"Terima kasih ya Riinn..!"
"Sama-sama Maass..!"
"Riinn.., maaf ya..? Mas mau tanya.., Tapi Rina jangan marah yaa..?"
"Rinatau apa yang Mas mau tanya. Memang Rina udah sering beginian sama pacarRina. Tapi sudah 2 bulan ini putus, jadi Rina sering masturbasi sepertiyang Mas liat tadi." jawabnya enteng sekali.
"Ooo.."
"Mas adalah orang kedua yang meniduri Rina setelah pacar Rina."

"Mass..,Rina khan belajarnya sama Sara. Sara banyak cerita ke Rina tentanghubungan Sara sama Mas.. Kata Sara, Mas hebat.., Rina jadi kepengiinnbanget hubungan sama Mas..!"
"Kapan Rina pertama kali hubungan dengan pacar Rina..?"
"Udah lama Mas.., kira-kira waktu Rina kelas satu dulu. Rina kecolongan Mass.., tapi setelah tau enaknya, Rina jadi ketagihan."
"Ooo."
"Si Sari kok enggak dateng..?"
"Tadisiang Aku bilang ke Dia, hari ini enggak belajar, karena Aku pengiinnbanget ngentot sama Maass.. Habis.. gatel ssiihh..!" katanya sambilmengedut-ngedutkan liang kewanitaannya.

Penisku serasadipijat-pijat. Kucabut, lalu keluarlah cairan kental putih dari liangsenggamanya. Lubang kenikmatannya kubersihkan dengan kaosnya, lalubatang kejantananku pun kulap.
"Sekarang mau belajar..?" tanyaku.
"Kayaknya enggak deh Mas. Kasian khan Sari ketinggalan."
"Ok deh. Mas sebetulnya juga ada perlu di rumah. Mau bantuin bapak betulin mobil orang. Besok mau diambil."
"Iya deh Mass.. Terima kasih ya..!"

Lalukucium pipinya. Aku bangkit ke kamar mandi dengan telanjang bulatsambil menenteng pakaianku. Kamar mandinya ada di ruang tengah."Mass.."panggilnya saat aku akan keluar kamarnya."Apa..?""Besok lagi. Datangnyajam tigaan aja Mass. Si Sari datangnya paling jam 4 kurang, jadi kitabisa puas-puasin dulu..!"
"Iyaa deehh.., tenang aja." kataku sambil keluar kamar.

Begitulahsetiap sebelum mengajar, aku menggarap Rina sepuasku. Begitu puladengan Rina. Dia nafsunya sangat besar. Tetapi kemaluannya tidak begitumenjepit. Sebenarnya itu bukanlah masalah buatku. Sejak aku tidak bisaberhubungan dengan Sara lagi, aku cukup puas berhubungan dengan Kettydan Rina.

Suatu saat, ketika melihat perubahan atas sikap Sarikepadaku. Dia sering mencuri pandang ke arahku. Aku tidak tahusebabnya, tetapi setelah selesai belajar, saat kujalan bersama denganSari, Sari bercerita kepadaku.
"Mas.. Sari tahu lhoo.. Hubungan Rina sama Mas.."
"Lho.., Sari tahu dari mana..? Apa Rina cerita..?" tanyaku kaget.
"Enggak.Waktu Sari datang lebih awal, kira-kira jam tiga seperempat, Sari masukrumah Rina, Sari denger Rina teriak-teriak di kamar, kupikir Rina khanudah putus sama pacarnya..? Lalu Rina sama siapa..? Terus Sari intip.Eeehh enggak taunya sama Mas Pri..!"
"Terus..?"
"Terus.., ya Sarikeluar aja, takut ketahuan. Terus Sari nongkrong di tukang bakso depan.Kira-kira jam empat kurang, Sari masuk lagi."
"Terus..?"
"Yaa.., udah gitu aja..!"

Hening sesaat waktu itu, kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing.
"Sari pernah enggak yaa..?" batinku.
"Tanya, enggak, tanya, enggak. Kalo kutanya, Dia marah enggak ya.. Ah bodo, yang penting tanya dulu aja.."
"Eng.., Sari pernah enggak..?"
"Pernah apa Mas..?"
"Ya.., seperti Sara atau Rina..?"
"Belumm Mmass..!" jawabnya malu-malu dan wajahnya merah padam.
Ternyata dia tidkak marah. Benar dugaanku, nafsunya besar juga.
"Sari mau..?"
Dia diam saja sambil menunduk. Pasti mau lah.
"Sari udah punya pacar..?"
"Beluumm Mass.., abis dilarang sama Bapak Ibu."
"Yaa.., jangan sampe ketahuan doonng..!"

Lalukami berpisah. Karena Sari harus naik bis ke Blok A. Sedangkan aku naikbis arah Pondok Labu. Di bis aku berpikir, gimana caranya mendapatkanSari.
"Aku harus memanfaatkan Rina..!" pikirku.

Besoknyasebelum belajar bersama, saat aku bercumbu dengan Rina, kubilang keRina kalau Sari sudah tahu hubungan kita. Aku minta bantuannya untukmemancing nafsu si Sari. Tadinya aku pikir Rina akan menolak, ternyatajalan pikiran Rina sudah sangat moderat. Dia menyanggupinya. KarenaSari sudah tahu, untuk apa ditutup-tutupi katanya.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik