STARK™
Welcome To Stars Cheaters

13 tahun Part VII

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

13 tahun Part VII

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:42 am

Lalu aku berdiri, kupandangi matanya sambil tanganku mulai menurunkancelana dalamnya. Tidak ada tanda penolakan dimatanya. Dia malahmengangkat pantatnya mempermudahku melepaskannya.Sekarang di hadapankuada seorang bidadari kecil, putih, telanjang bulat menanti sentuhanselanjutnya. Sekitar bibir kemaluannya masih belum ditumbuhi bulu.Masih polos. Karena pahanya membuka, tampaklah isinya yang merah muda,basah dan berkilat.

Karena batang kejantananku yang tegang sejaktadi sakit terjepit, maka kubuka juga seluruh pakaianku. Dia hanyamemandangiku sayu tanpa ekspresi. Kucium lembah payudaranya, turunsedikit demi sedikit. Terus sampai ke perutnya. Tanganku terus mengeluspaha belakangnya sampai pantatnya. Kugelitik pusarnya dengan lidahku.
"Maass.., shshh.. ennaakk.., geellii Maass..!"
Tangankuberpindah ke liang keperawanannya sambil terus kuciumi perut dandadanya bergantian.Kucari, dan setelah ketemu, gosok-gosok perlahankedele-nya. Kucubit-cubit, kupelintir sampai pantatnya bergoyang tidakkaruan.
"Mas.., Mass.., diapain memekku Mass..? Aaadduuhh..!"

Karenasepertinya dia sudah tidak tahan, kuhadapkan wajahku ke liangsenggamanya. Kucium bibir kemaluannya. Aaahh.., segaarr. Kuciumiberulang. Lalu dengan kedua tanganku, kubuka vaginanya, basah, licinberkilat-kilat. Kujilat kedele-nya perlahan. Makin lama makin cepat danmakin kutekan. Pantatnya naik turun dengan cepat. Tangannyamenjambak-jambak rambutku. Kupegangi pantatnya dengan kedua tanganku,agar tidak menabrak-nabrak hidung dan mulutku. Gerakannya semakin liar.Makin liar terus.
"Aaahh.., aahh.., sshh.., shh..!" hanya itu saja kata-katanya dari tadi.

Tiba-tibakepalaku ditekan keras-keras, pahanya menjepit kepalaku, pantatnyadiangkat setinggi-tingginya. Dan, "Maass.., Maass.., uuddaahh..,Maass..!"
"Syuurr.., ssyuurr.., syuurr..," cairan hangat membanjiri mulutku.
Kujilat sambil kuhisap cairan itu. Rasanya lebih manis dari punya kakaknya. Walaupun lebih encer. Kujilati sampai bersih.

Akupun tiduran di sebelahnya. Kurangkul dia. Kudekap kepalanya di dadaku,sambil kuelus-elus dan kucium rambutnya. batang kejantananku yang masihkeras menyentuh pahanya.
"Gimana Ket.., puass..?" tanyaku.
"Enak sekali Mas. Ketty puass Maass..!" jawabnya.
Nafasnya masih sedikit memburu.
"Mas.., kalau sama Kakak kok kontol Mas dimasukin ke memeknya siihh..?" tanyanya setelah sensasinya mereda.
"Ini anak kalo ngomong kok engak pake tedeng aling-aling lagi." pikirku, "To the point."
"Ketty mau..?" pancingku.
"Eengg.., sakit nggak Mas..? Kontol Mas khan gede..," katanya sambil tangannya memegang batang kemaluanku.
"Yaa.., pelan-pelan dong..!" kataku.
"Untukpertama kali emang sakit dan perih, tapi itu sebentar. Seterusnya udahenggak sakit. Kakakmu aja sampai ketagihan." sambungku.

Dia diamsaja, tetapi tangannya terus saja memegang batang kemaluanku. Kadangdiusap, kadang diremas, kadang diurut. Senjataku semakin keras.Kepalanya senut-senut.
"Aaahh.., sshh..!" desahku.
"Kenapa Mas..? Sakiitt..?" tangannya tetap mengurut-urut.
Akutidak menyahut, tetap mendesah. Lalu dia bangun, aku ditelentangkan,dipandanginya senjata kemaluanku yang tegang. Wajahnya dekat sekalidengan batang kejantananku. Sampai desah nafasnya terasa di alatvitalku.
"Bentuknya lucu Mass..!" katanya sambil terus memandangi.
"Ketty pernah lihat Kakak mengedot punya Mas. Rasanya gimana Mass..? Apa enggak jijik ya..?"
"Yaa.., enggak jijik dong. Khan bersih. Rasanya enak sekali..!"
"Ketty boleh coba enggak Mas..?"
"Coba aja. Nanti juga Ketty ketagihan."
"Kalau yang coklat-coklat ini juga enak..?" tanyanya sambil mengelus-elus kedua kantung kemaluanku.
"Pokoknya yang ada disitu semuanya enak. Mangkanya, dicoba dulu..!" pancingku.

Laludengan ragu-ragu, dia menjilat kepala kemaluanku. Diam sebentar. Laludijilat lagi. Diam lagi. Lalu batangnya dia jilat. Diam lagi. Lalukedua kantung kemaluanku. Diam lagi. Tidak lama kurasakan lidahnyasudah menelusuri kepala penisku sampai batangnya. Tidak begitu enak.Mungkin masih adaptasi dulu pikirku.
"Kett.., seperti makan es krim. Bibirnya juga ditempelin, sambil ditekan sedikit..!" kataku.
Ketty mengerti dan melanjutkan perbuatannya.

Dia bukannya menempelkan bibirnya, tetapi malah memasukkan kepala kemaluanku ke mulutnya. Kena giginya.
"Aduuhh.., sakiitt..! Jangan kena gigi doong..!"
"Naahh.., gituu.., agak dihisap. Ya, yaa.., gituu..!" kataku mengajarkannya.
"Aaahh.., sshhshh..," ketika dia mulai menghisap.
"Enaakk Kett..?" kubertanya.
"Enak seperti lolipop, tapi yang ini gede, sama anget." sahutnya sambil memandangi senjataku.
"Ayoo.. lagi doongg..!" pintaku.
"Mass,dimasukin yuukk..! Ketty mau ngerasain seperti apa rasanya, tapipelan-pelan ya Mass..!" katanya sambil dia tiduran telentang.

Tanpapikir dua kali, aku bangkit. Kukangkangkan pahanya. Tetapi karena liangkeperawanannya sudah agak kering, maka kujilat-jilat lagi supaya basahdan memancing gairah nafsunya supaya bangkit kembali. Langsung kujilatkedele-nya.
"Aaahh.., Maass.., ennaakk Maass..!" desahnya.
Teruskujilati sampai vaginanya benar-benar basah dan nafsunya memuncakkembali. Supaya cepat, kupelintir-pelintir klit-nya dengan lidahku. Diasemakin menggelinjang.
"Ahh.., aah.. ahh.., sshshhs.. Ayoo Mass..! Ayoo..!"

Setelahaku yakin dia sudah sangat terangsang dan kemaluannya sudah basah, akuhentikan jilatanku. Kubuka lebar-lebar pahanya, kuarahkan batangkeperkasaanku kesana.
"Rileks aja Ket.., jangan tegang. Kalautegang, nanti sakit. Yaa.., yaa, santai gitu. Naahh, begitu..!" saatkurasakan ada sedikit rasa takut pada dirinya.
Kutekan perlahansekali agar dia tidak kesakitan. Terlihat kepala kejantananku berkilatkarena ludahnya. Kutekan perlahan, tetapi dengan tenaga mantap.Kepalanya sudah masuk, dia meringis, menggigit bibir bawahnya. Akutahan sebentar. Kudiamkan. Setelah agak tenang, kutarik sedikit, lalukutekan lagi dengan perlahan. Masuk lebih dalam. Sepertiganya mungkin.Wahh.., sempit sekali. Penisku seperti dijepit tang.
"Santai ajaKet.., jangan tegang, nanti malah sakitnya nambah.." kataku saatkurasakan bibir liang senggamanya dengan keras menggigit.

Setelahkurasakan agak mengendur, kutarik sedikit, lalu kudorong perlahansekali. Nahh.., sudah setengahnya. Supaya agak lancar, kuturun-naikkansecara perlahan. Kupandangi wajahnya, kutatap matanya. Dia menikmati.Aku yakin ini belum menembus selaput daranya.
"Sakit Kett..?"
"Sedikit."
Kugoyangterus sambil kutekan perlahan-lahan. Sudah setengahnya lebih. Nah..,kepala batang keperkasaanku sudah menyentuh selaput tipis.
"Kett.., tahan sedikit ya..? Ini agak sakit sedikit. Tapi jangan tegang. Nanti sakitnya nambah..!"
Dia hanya menganggukkan kepalanya.

Kusiapkan tenaga, lalu kutekan dengan keras, "Bless.., preett..!"
"Aaahh Mass.., sakkiitt.. Maass. Perriihh..!" katanya sambil berusaha mendorong tubuhku.
Langsung kupeluk dia. Kuciumi wajahnya, dan kucium bibirnya. Dia membalasnya. Aku lepaskan ciumanku dan kubisikkan kata.
"Sakitnya sebentar khaann.., coba rileks, santai..! Supaya sakitnya cepet ilang..!"
Seluruh batang kemaluanku serasa ditekan dari semua arah. Sempit sekali. Kukedutkan penisku.
"Aaahh Mass..! Jangann.., masih sakit Mass..!"
Kudiamkan lagi beberapa saat.

Setelahaku yakin sakitnya sudah mereda, kutarik perlahan sekali. Sampaitinggal kepala batang kejantananku saja yang tertinggal. Lalu kutekanlagi dengan sangat kuat dan dengan mantap. Aku pun meringis karenalubangnya sangat sempit. Lebih sempit dari punya Titin dulu. Apapunyaku yang makin besar. Kulihat dia pun masih meringis-ringis sambilmemejamkan matanya. Kulihat air matanya meleleh di pipinya. Kuulangibeberapa kali. Setelah dia tidak meringis lagi, kupercepat gerakanku.Kupertahankan iramanya sampai terasa licin. Licin tetapi menjepit.

Setelahlicin, kupercepat gerakanku. Dia sudah bisa menikmatinya. Berarti rasasakitnya telah hilang. Kupercepat terus iramaku. Dia mendesah-desahtidak karuan karena sensasi nikmat yang baru pertama kali dirasakannya.Kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tangannya meremas spreitempat tidur.
"Mass.., oohh Mass, ennaakk Maass..! Ooohh..!"
Kakinya kuangkat, lalu kuletakkan di pundakku. Nah, dengan posisi ini batang keperkasaanku bisa menyentuh ke rahimnya.

Lima menit kemudian, aku hampir tidak tahan.
"Mass.., aadduuhh Maass.., aahh.., aahh..," desahannya saat kurasakan kedutan-kedutan dari liang senggamanya.
"Udah mau nyampe nih Dia.." pikirku.
Laludia menjepit leherku dengan kedua kakinya. Pantatnya dinaikkan,sehingga batang kejantananku amblas masuk semua, pantatnyadigoyang-goyangkan.
Lalu, "Syuurr.., syuurr..," cairan hangat mengguyur kepala kemaluanku.
Aku yang sudah di ujung jalan, mempercepat sodokkanku, karena jalannya jadi becek.
"Mass.., udahh Mass. Aaadduuhh.., toolloonngg.., Maass..!"
Akhirnyasampai juga aku. Kutekan keras-keras batang kejantananku ke liangkenikmatannya, kutarik pantatnya dan, "Croot.., croot.., croot..!"
Tiga atau empat kali batang kejantananku memuntahkan cairannya di liang keperawanannya.

Akulangsung lemas. Dan kucabut senjatanku dari luabang surgawinya.Terlihat lendir putih bercampur darah segar mengalir melalui liangkemaluannya. Kupeluk dia, kucium pipinya.
"Kett.., Kamu hebat sekali Kett..! Punyamu lebih enak dari punya Kakakmu."
"Aaahh.., Mass..!" sahutnya.
Dialalu tertidur lemas. Kulirik jam dinding. Jam 6 lewat 5 sore. Berartikira-kira satu setengah jam aku memerawanin dia. Pantas saja aku jugalemas. Kupeluk dia, lalu aku pun tertidur.

Jam 7 kurang 10 akuterbangun. Aku berpakaian, lalu kubangunkan dia. Aku pamit. Dia punbangun lalu ke kamar mandi. Itulah kisah pertamaku dengan Ketty. Sejaksaat itu kami sering berhubungan. Biasanya dia suka mengintippermainanku dan Sara. Lalu dengan alasan aku ke kamar mandi, aku kekamarnya. Disana dia sudah siap. Berbugil ria di bawah selimut. Diaminta jatah. Nafsunya sama besar dengan kakaknya. Dan daya tahannyaluar biasa. Kalau aku tidak meladeni, dia mengancam akan memberitahukanskandal ini ke ayahnya. Mau tidak mau aku menurutinya. Tetapi siapayang bisa menolak..? Ini terjadi berulangkali dan ini tetap menjadirahasia kami berdua.

Tetapi pada suatu waktu, saat aku sedangmenggumuli Ketty, kakaknya masuk ke kamar mandi. Dia tidak menjumpaikudisana. Dan mendengar suara mendesah dari kamar adiknya. Dia marahbesar kepadaku dan adiknya. Aku diusirnya. Dia tidak rela membagisenjataku dengan adiknya. Dan diaakhirnya memilih bimbingan belajarresmi, yang menyelenggarakan les privat.

Kabar terakhir yangkudapat dari adiknya, dia sering main dengan guru bimbingan belajarnya.Selain itu dia juga sering main dengan kawan sekolahnya. Sedang adiknyaKetty, sekarang jadi lebih sering main denganku. Tetapi selama kakaknyatidak di rumah. Karena kakaknya sama sekali tidak mengizinkan diamelampiaskan nafsunya.

Demikian kisahku dengan kakak beradik Siti Maesaroh dan Siti Khodijah.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik