STARK™
Welcome To Stars Cheaters

13 tahun Part VI

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

13 tahun Part VI

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:41 am

Part 3.KETTY

Kira-kira tiga bulan kemudian, Pak Candra kembalimengunjungiku dan memintaku agar mengajar Sara kembali. Tentu saja akumenerimanya dengan antusias sekali. Sudah terbayang rutinitas denganSara akan terulang kembali.

Ternyata Sara bilang samateman-temannya kalau dia bisa begitu karena belajar denganku. AkhirnyaSari dan Rina memintaku mengajarinya. Karena jadwalnya ketat, akhirnyakuputuskan Senin, Rabu, Jum'at aku mengajari Sari dan Rina. Karenarumah Rina lebih dekat dengan rumahku, maka aku minta Sari yang datangke rumah Rina. Selasa, Kamis, Sabtu aku mengajar Sara. Sedangkan jamnyaadalah sama, dari jam 4 sampai jam 6 sore. Permainanku dengan Saratidak perlu kuceritakan disini. Karena ini jatahnya Ketty, Sari danRina.

Pertama, aku akan ceritakan tentang Ketty dulu. Ketty ituorangnya agak bongsor. Kalau dia sedang berpakaian biasa, bukan pakaiansekolah, orang pasti mengira dia sudah SMP atau SMA. Hanya sifatnyamasih kekanak-kanakan. Maklum masih kelas 6 SD. Tingginya hampir samadengan kakaknya. Begitu juga dengan body-nya. Bukit kembarnya kira-kirasudah sebesar kakaknya. Sebesar bola tennis. Hanya wajahnya agak bulatbila dibandingkan dengan kakaknya. Itu saja. Yang lain hampir miripdengan kakaknya. Jadi bisa dibilang bidadari kecil.

Masih ingatketika Ketty memergoki aku dan kakaknya sedang bertempur..? Rupanya diatidak bisa melupakan hal tersebut. Dia sering bertanya ke kakaknya, apayang dilakukan. Tentu saja kakaknya bingung menjawabnya. Akhirnya Saramenyerahkan kepadaku untuk menjawabnya. Dan Ketty memendam pertanyaanitu sampai dia punya waktu berdua denganku.

Setiap aku mengajarSara dan bertemu Ketty, dia sering mencuri pandang ke arahku. Dansetiap aku memandangnya, dia membuang muka. Malu. Sampai di suatuwaktu, saat aku akan mengajar Sara, ternyata Sara tidak ada di rumah.Yang ada hanya Ketty dan pembantu-pembantunya. Ibunya seperti biasasedang ke Pakistan. Sedang ayahnya, tadi telepon dan bilang pulangnyamalam, karena ada pertemuan dengan orang Belanda.

"Sara kemana Ket..?"
"Tadi pagi Ketty liat dia bawa ransel besar. Katanya dia mau Persami di Cibubur. Pulangnya Minggu sore."
"Lho dia kok enggak bilang sama Mas yaa..?"
"Yaa.., mana Ketty tahu Mas..!"
"Ya udah.., Mas pulang dulu yaa..?"
"Eehh, tunggu dulu Mas.., Ketty mau minta tolong nicchh..?"
"Tolong apa..?" tanyaku.
"Ketty mau nonton, tapi kok gambarnya jelek banget."
"Ok deh.., mana videonya..?"
"Ada di kamar Ketty. Yuk ke kamar Ketty..!" katanya sambil menggandeng tanganku.

Kettysaat itu memakai daster rumah. Cukup tipis. Aku bisa lihat bayangancelana dalamnya. Saat dia menarik tanganku, aku sempat melirik kedadanya. Dia tidak memakai kaos dalam atau BH. Karena aku bisa melihatsegumpal daging putih dari lubang lengannya yang agak lebar. Walaupundia masih anak-anak, tapi melihat itu aku merasa batang kemaluankumengeras.

Sesampainya di kamar, aku kembali terkagum-kagum.Kamarnya sama persis sekali dengan kamar kakaknya. Ini baru kamaranak-anaknya, bagaimana dengan kamar orang tuanya..? Aku berkelilingmelihat-lihat, masuk ke kamar mandinya. Lho.., sepertinya aku pernahlihat. Ternyata kamar mandinya bisa tembus ke kamar kakaknya. Jadi satukamar mandi dipakai berdua. Pintunya terhalang sekat, jadi aku tidaktahu kalau ada pintu satu lagi.
"Mas kok muter-muter sih..? Khan kamar Ketty sama seperti kamarnya Kakak." katanya agak kesal.
"Ini lho videonya yang rusak..!" sambungnya.
Akulalu jongkok di depan videonya. Dia ikut-ikutan jongkok di sampingku.Aku hidupkan, masukkan video, ternyata mau jalan. Tapi gambarnya jeleksekali, begitu juga suaranya. Aku lihat kabel gambarnya. Ooo..,kabelnya hampir putus dimakan tikus.
"Kett, ini lhoo kabelnya hampir putus dimakan tikus." kataku.
Mendengarkata tikus, ternyata dia kaget dan langsung memelukku. Aku yang tidakmenyangka akan dipeluk begitu, jadi jatuh terguling. Secara refleks akumenangkap tubuhnya, sehingga dia jatuh di atasku. Terasa daging kenyalitu menyentuh dadaku. Dia bangkit dengan wajah merah padam.
"Maaf Mas.., enggak sengaja. Jadi di kamar Ketty ada tikusnya..?" dia bertanya.
"Ya.., mungkin aja. Ini buktinya, kabelnya dimakan tikus. Kamu beli aja racun tikus. Kamu ada kabel lain..?" tanyaku.
"Coba aku cari di gudang." katanya sambil berlalu keluar kamar.

Sementaraaku menunggu dia mencari kabel, aku berpikir, "Mungkin enggak ya..Ketty mengintip perbuatanku dengan kakaknya dari kamar mandi..?"
"Kalau iya terus kenapa..? Ah.., sebodo amat ah.. kok jadi aku yang pusing."
Lalupandanganku melihat ke bawah rak TV, ada buku kecil. Aku ambil. Akukaget lagi. ANY ARROW..! (bacaan stensilan tentang hubungan sex).
"Punya siapa ya..? Apa mungkin punya dia..? Dia kan masih kecil..?" batinku.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Cepat-cepat kusembunyikan lagi buku itu.
"Ini ada Mas, tapi lebih panjang." katanya.
"Enggak apa-apa. Sini Mas coba..!" kataku.
"Kamu mau nonton film apa siihh..?" tanyaku sambil memasang kabel.
"Mickey mouse Mas. Kata temenku bagus." katanya sambil memperhatikanku memasangkan kabel.

Setelah itu aku coba. Nah.. gambar dan suaranya jadi bagus.
"Mas.., temenin nonton yaahh..! Ketty enggak ada temen niihh."
"Lho.., biasanya Kamu juga sendirian." balasku.
"Mas khan jadwalnya disini sampai jam 6 sore, kadang-kadang lebih. Sekarang masih jam 4 lewat 10 Mas." rajuknya.
"Iyaa deehh..," aku mengalah.

Akududuk di karpet bersandar ke tempat tidur. Ketty duduk di sebelahku. 10menit berlalu. Tiba-tiba gambarnya berubah menjadi adegan sepasangmanusia sedang berciuman.
"Kok gambarnya jadi begini..?" tanyaku.
"Enggak tau Mass..!" sahutnya sambil matanya terus melihat ke TV.
Adegandi TV semakin panas, kulirik dia. Wajahnya merah padam, nafasnya sudahsemakin cepat, tetapi matanya tetap ke TV. Wajahnya jadi semakincantik. Aku tidak tahan, maka kurangkul dia. Aku cium rambutnya,pipinya, lalu keningnya, hidungnya, matanya. Dia pasrah kucium begitu.Tanganku pun langsung meremas susunya. Sudah agak keras dan putingnyasudah terasa.

"Aaahh.., Mass.., Ketty mauu Mass..!" rintihnya.
Aku sedikit kaget, "Ketty mau apa..?" tanyaku.
"Mau seperti Kakak Sara. Aaahh, Maass.., sshshhs..!"
"Ketty sering mengintip Mas sama Kakak sedang maiin.." sambungnya.
Deg..! Jantungku seperti berhenti. Gawat niihh..!

Kulepaskan ciuman dan pelukkanku. Aku pandangi dia.
"Beneerr Ketty sering ngintip..?" tanyaku.
"Iyaa..,pertama waktu Ketty di kamar, Ketty dengar suara Kakak agak aneh, takutKakak sakit, lalu Ketty masuk. Ternyata Mas sedang berantem sama Kakaktelanjang bulat. Ketty lari." katanya terbata-bata.
"Ketty tanyasama Kakak, tapi Kakak enggak mau ngomong. Terus Ketty tanya samatemen. Kata temen, Kakakmu itu sedang ngentot." sambungnya.
"Terussetiap Kakak bersuara aneh begitu, Ketty ngintip dari kamar mandi.Ketty perhatiin kayaknya Kakak keenakan, bukannya kesakitan."sambungnya lagi.

Aku diam saja. Tiba-tiba, "Maas.., Mas mau khan ngentot sama Ketty..?" tanyanya polos.
Terus terang saat itu aku bingung, akhirnya, "Ket, bukannya Mas enggak mau. Tapi Ketty khan masih kecil."
"Kakak juga..! Kakak baru 13 tahun jalan 14, aku kan 2 bulan lagi 12 tahun." balasnya sengit.
"Kalau Mas enggak percaya, lihat nich..!" sambungnya sambil membuka dasternya.
Makaterpampanglah dua bukit kembarnya yang baru tumbuh. Bentuknya bulat.Sangat indah dengan puting kecil berwarna coklat muda kemerahan.Pinggulnya sudah sama seperti kakaknya. "Oke.. Oke.., Mas mau. TapiKetty harus janji ya, jangan bilang sama Kakak..!" sahutku.
Siapa yang tidak mau ditawari perawan bidadari kecil yang lagi nafsu.
"Iyaa Mass.., Ketty janji..!"
"Eh.. pintunya dikunci dulu doongg.., nanti kalau ada yang masuk gimana..?" kataku.
Dia pergi mengunci pintu.

Akujadi teringat Titin. Dia juga dulu baru 12 tahun saat pertamakusetubuhi. Tetapi bentuk badannya jauh lebih bagus badannya Titin.Lebih putih dan lebih terawat.
"Aku harus super hati-hati memperlakukan Dia..!" pikirku.
Harus tahap demi tahap.

Diadatang mendekatiku. Langsung kupeluk dia, aku pandangi mukanya, akutatap matanya. Ada kesan pasrah dimatanya. Aku cium matanya, diaterpejam. Aku cium pipinya, keningnya, kukecup hidung, lalu makinmendekati mulutnya. Bibirnya pasrah menerima bibirku tanpa perlawanan.Aku selusupkan lidahku disela-sela giginya. Mulutnya sedikit membuka.Lidahku mulai menari-nari di lidahnya. Mulut dan ludahnya manis. Diamulai menghisap lidahku. Lalu lidahnyapun mulai bergerak-gerak. Mulaimelawan lidahku. Tangan kiriku masih mengelus2 punggungnya, tangankananku dilehernya. Suasana hening, hanya desah napas kami yangterdengar. Kulepas ciumanku, kutatap matanya. Matanya sayu, nafasnyanaik sudah agak memburu. Lalu tiba-tiba dia mencium bibirku denganganas. Pindah kemataku, lalu pipiku. Wajahku basah oleh ludahnya.Ciumanku kuturunkan ke lehernya. Dia menengadahkan kepalanya. Tangankananku pun mulai meraba susunya. Kuusap-usap perlahan sampai putingkecilnya menonjol keras. Bergantian kiri dan kanan.
"Aaahh.., Maass.., eennaakk.. Maass..! Aaahh..!" dia mulai mengeluarkan suara desahan.

Lalukugendong dia, kurebahkan ke tempat tidur. Kupandangi lagi tubuhnya.Seakan tidak percaya kalau bidadari kecil ini rela menyerahkantubuhnya. Kupandangi susunya, betul-betul sempurna bentuknya, denganputing kecil kemerahan yang menonjol di bukit putih mulus denganguratan tipis urat-urat susunya. Payudara gadis mungil kecil yang belumtersentuh oleh jamahan lelaki manapun. Kucium bukitnya, dari lembahsampai mendekati puncaknya. Tanganku meremas yang satunya. Begituberulang-ulang. Aaahh wanginya. Wangi khas perawan muda.
"Aahh..,Mass..! Aadduuhh..! Shshshsh..!" tubuhnya menggeliat sambil dadanyadisorongkan ke atas, kedua tangannya menekan kepalaku ke dadanya.

Tangankuyang satu mulai menelusuri betisnya, naik secara perlahan-lahan ke arahpangkal pahanya. Bergantian kiri dan kanan. Terkadang kuremas perlahanpantatnya. Setiap kuremas, pantatnya terangkat ke atas. Lalu tangankumulai mengelus-ngelus bibir kemaluannya dari luar CD cream-nya. Terasalembab sekali. Pahanya mulai membuka lebar, seakan meminta tangankuuntuk berbuat lebih jauh. Kuselusupkan tanganku ke dalam CD-nya.Kuselusuri garis lubang kewanitaannya dengan jari tengahku. Naik-turun,naik-turun. Lalu jariku kuselipkan ke celah hangatnya. Basah. Kuputarperlahan-lahan, sambil kucari-cari kedele-nya. Pantatnya bergerakseirama tanganku. Naik turun, ke kiri ke kanan.
"Adduuhh.. Mass..! Eenaakk Maass..! Aaahh..!" desahnya terus-menerus.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik