STARK™
Welcome To Stars Cheaters

13 tahun Part IV

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

13 tahun Part IV

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:40 am

Part 2. SARA

Setelah aku pindah kontrakan, aku banyak murung.Aku selalu teringat Titin. Untuk menghilangkan pikiran itu, akukonsentrasikan pada pelajaran. Akhirnya aku lulus dengan nilaimemuaskan. Sangat memuaskan.

Sekarang aku harus bisa sekolah keSTM. Aku ingin bisa bekerja untuk meringankan beban orang tuaku. Oh ya,Warungku selain menjual rokok, barang-barang pokok seperti sabun,beras, dll juga sekarang sudah menjadi warung makan. Ini berkatkepandaian bapakku mengelola keuangan. Kalau dulu uangnya hanyadisimpan oleh ibu. Terkadang bapakku juga menerima pesanan pembuatanlemari dari kayu atau memperbaiki mesin mobil yang rusak.

Akhirnyaaku bisa diterima di STM Negeri di daerah Santa, Kebayoran. Dikarenakansaat test masuk, aku termasuk 10 besar, maka otomatis aku mendapat beasiswa selama 1 tahun. Ini bisa dipertahankan asal aku selama sekolahbisa mendapat rangking di kelas. Minimal rangking 3.Titin, lihatlahprestasiku, seharusnya aku berbagi kebahagiaan ini denganmu.

Akhirnyaaku sekolah di STM itu tanpa bayar malah dibayar sebagai uang saku.Bapak ibuku sangat bangga dengan hal itu. Bapak Ibu sering ceritakepada orang-orang yang datang minum kopi. Aku sudah bisa melupakanTitin. Mungkin karena temanku laki-laki semua.

Pada akhirnya,saat aku kelas 2, saat umurku 17 tahun, aku mendapat tawaran daritetanggaku Om Candra untuk mengajari Matematika anaknya yang kelas 2SMP. Karena ibuku cerita bahwa nilai Matematikaku di ijasah SMP adalah9. Dia cerita kalau anaknya lemah di Matematika dan IPA. Sedangkannilai untuk pelajaran IPS adalah lumayan.

Aku belummenyanggupinya, karena aku belum pernah mengajar kecuali pada Titin.Hingga suatu saat dia membawakan raport anaknya. Aku kaget sekaliternyata nilai raport untuk Matematika-nya tak pernah lebih dari 5.Sedangkan Fisika-nya paling tinggi adalah 6, yang lain 7 dan 6.Tak adayang 8. "Ini pasti naik kelasnya dikatrol," batinku. Aku kasihan sekaliakhirnya kusanggupi. Kulihat photonya, namanya, umurnya dll. SitiMaesaroh 13 tahun. "Hmm.. cantik juga," batinku.

Setelahperjanjian mengenai target, berapa dia membayarku serta jadwalnya,akhirnya les privat tersebut akan dimulai bulan depan. Satu minggu 3kali masing-masing selama 2 jam. Dimulai jam 4 sampai jam 6 sore.Selasa, kamis dan sabtu setiap pulang sekolah. Matematika, Fisika danKimia. Ibu sangat bangga karena yang diajari adalah anak orang kayayang terpandang di daerahku.

Aku harus membaca kurikulumMatematika dan Fisika untuk SMP. Kubeli bukunya di tukang loak didaerah cipete lalu kubuat daftar pengajaran serta daftar kemajuan.Akhirnya saat itupun tiba.

Dengan naik sepeda kebanggaanku(kubeli sepeda bekas murah dan memperbaikinya), sampailah akudi rumahOm Candra. Dengan sedikit grogi, kuketok rumahnya. Akhirnya pembantunyayang keluar."Mas Pri yaa. Ayo masuk Mas," kata Siti nama pembantunya.Wah, rumahnya besar banget. Aku celingak celinguk mengagumi rumah itu.Lalu aku diantarkan ke ruang belajar di lantai atas. Sementara itu diatas meja sudah terhidang segelas kopi susu dan pisang goreng.

Sekitar15 menit menunggu, akhirnya seorang gadis keluar dari kamarnya. Akumelongo melihatnya. Ini bidadari atau apa..? Cantiknya melebihi yangada diphoto raportnya. Titinku yang cantik kalah jauh bila dibandingkandia. Dia memakai baju terusan warna krem. Matanya bulat, hidungnyamancung, bibirnya tipis, alisnya cukup tebal, giginya putih berbarisrapi, rambutnya sebahu, kulitnya putih, tinggi semampai, dadanya sudahmenonjol cukup besar. Maklumlah sekolahku yang STM semuanya laki-lakidan lingkungan rumahku adalah lingkungan kampung, makajarang sekalikulihat wanita cantik. Ada yang mulai mengeras. "Seandainya.. Aahh..Ini adalah muridku dan dia bukan levelku," batinku memperingatkanku.

"Lho, kok bengong Mas."
"Oh.. eehh.. Mas lupa kalau yang diajarin itu perempuan. Seingat Mas laki-laki," kataku mengelak.
"Namanya siapa Mas.. aku Maesaroh, biasa dipanggil Sara."
"Aku Prihatin, biasa dipanggil Pri atau Atin. Panggil aja Mas Pri," sahutku.
"Maesaroh dipanggilnya Sara..?" batinku.
"Oke bisa kita mulai..? Mau Matematika dulu, Fisika atau Kimia?" sambungku lagi.
"Mmmhh.. matematika aja dulu deh Mas.." sahutnya.

Laluaku mulai mengajarkannya. Ternyata Sara bukanlah bodoh tapi karenadasarnya kurang, maka kukonsentrasikan dia dulu kepada dasar Matematikakelas 1 SMP. Baru setelah itu Fisika dan Kimianya.

Setelahbeberapa kali pertemuan, akhirnya dia bisa mendalami dan memahamidasar-dasar Matematika yang merupakan dasar Fisika dan Kimianya. Initerbukti kadang-kadang sengaja aku berbuat salah dan diamengkoreksinya. Selebihnya tugasku jadi ringan, karena tinggalmenerangkan sebentar, dia langsung mengerti. Dan aku tinggal mengoreksisaja. Bahkan dia kubekali dua tingkat lebih tinggi dari kurikulumsekolahnya. Aku bangga ternyata muridku bukanlah anak yang bodoh.

Akujadi tahu segala sesuatu tentang keluarganya. Dia adalah anak keduadari tiga bersaudara. Semuanya perempuan. Kakaknya Siti Fatimah, 16tahun, panggilannya Fatty sekolah di SMA kelas 2 di Jogyakarta. AdiknyaSiti Khodijah, panggilannya Ketty baru kelas 6 SD. Dia sendiri bernamaSiti Maesaroh. Ayahnya adalah seorang Cina keturunan. Bekerja diMandala Airways sebagai kepala pemasaran. Ibunya adalah orang Pakistanyang bekerja di kedutaan. "Pantas aja anaknya cantik-cantik semua."batinku. "Udah cantik, kaya lagi." Mobilnya saja saat itu ada 3 buah.Ibunya, bapaknya, dan satu lagi untuk antar jemput sekolahanak-anaknya. Pembantunya ada 3, tukang kebunnya 1, sopirnya 3.Bapaknya berangkat jam 7 pagi dan pulangnya rata-rata jam 8malam.Ibunya dua minggu sekali pergi ke Pakistan. Seringnya 3 harikadang-kadang pernah sampai 8 hari. Pergaulannya sangat dibatasi olehbapaknya. Jadi kalau pulang sekolah harus pulang, tidak boleh kemana-mana. Kalau mau pergi, malamnya harus ijin dulu ke bapaknya danitupun harus diantar oleh sopirnya. Jadi dia bisa dibilang kesepianuntuk anak seumurnya. Walaupun semua fasilitas dia punya.

Selamamengajar, aku tak berani kurang ajar padanya. Pertama aku takuttargetku supaya raportnya tak merah tak berhasil, kedua karena akusangat minder dengannya. Terutama dari segi kekayaan. Walaupun itumilik orang tuanya. Paling-paling, aku hanya melirik ke bukit kembarnyadan menatap wajahnya saat dia menulis, mengintip celana dalamnya saatdia memakai rok mini.Terkadang malah curi-curi mencium harum rambutnyasaat menerangkan sesuatu. Memang kadang-kaadang kami belajar di mejabelajar atau sambil duduk di karpet. Sepertinya aku jatuh cinta samamuridku ini. Tapi terus terang aku takut.

Suatu hari, kulihatdia sangat murung. Belajarnya kurang semangat. Wah, bisa kacau nih.Bisa-bisa aku nanti nggak dibayar sama bapaknya. Perjanjiannya adalahkalau terima raport nanti masih merah, maka aku tidak dibayar. Padahal1 bulan lagi dia mau ulangan umum.
"Sar, kamu kenapa? kok kayaknya ada masalah..?" tanyaku.
"Ngaak.. nggak pa-pa kok." sahutnya tidak bersemangat.

Setelahdiplomasi sambil belajar, akhirnya setelah selesai belajar dia mau jugangomong. Ternyata dia itu naksir Joko, anak kelas 3 yang jadi bintangbasket di sekolahnya. Sedangkan Joko lebih memilih Susi yang satu kelasdengan Joko. Oh, masalah cinta monyet toh. Aku senyum seorang diri.

"Lhoo.. Mas kok senyum-senyum sendiri kayak orang gila. Bukannya bantuin gimana gitu." gerutunya.
"Wahkalau soal cinta, Mas nggak bisa ngapa-ngapain. Mas khan cuman jadiguru Matematika sama IPA. Kalau ditambahin jadi guru cinta, Mas maubantuin," sahutku bercanda.
"Oke deh, sekarang kalo Mas aku angkat jadi guru cinta, Mas berbuat apa kalau jadi aku?" tanyanya.
"Yaa.. nggak tahu. Mas khan laki-laki," bantahku.
"Oke deh, kalau lelaki itu ngeliat perempuan dari apanya."
"WalaupunMas belum pengalaman sama perempuan, Mas juga sekolahnya di STM, tapikarena Mas menang umur dari kamu, Mas coba jelasin semampu Mas ya."

Lalukujelaskan semampuku tentang pandangan lelaki terhadap perempuan. Kalaulelaki itu melihat perempuan dari penampilannya, bentuk tubuhnya,kepribadiannya, dll juga karena sering ketemu. Dia memperhatikankudengan seksama. Kami jadi lebih sering beradu pandang, berdebat. Akujadi makin tertarik dengan muridku ini.

Aduh gimana sih nih.. Kok jadinya begini.
"Menurut mas, Sara ini cantik nggak?" tanyanya.
"Sara itu gadis yang tercantik yang Mas pernah liat," sahutku jujur sambil menatap wajahnya.
"Bayangin sudah tercantik ditambahin paling.." tambahku lagi.
Wajahnya langsung bersemu merah dan tersenyum. Bukan main cantiknya kalau lagi begitu.
"Bener.. Mas.. kalau body-ku?" tanyanya lagi sambil berdiri, muter-muter di depanku. Dadanya disorongkan ke depan.
Oh ya, saat itu dia memakai celana pendek agak gombrong, kaos Mickey Mouse sehingga BH-nya membayang sedikit.
"Bodykamu juga bagus banget. Tinggi, sory ya.. dada kamu juga bagus,pantatmu bulet, kakimu jenjang," kataku lagi sambil melihat seluruhtubuhnya.
Saat aku bilang dadamu bagus, dia langsung memegang dadanya.
"Masnggak bohong khaann..?" katanya sambil memegang lenganku ditempelkan kedadanya. Lunak dan hangat. Mau nggak mau penisku jadi tegang saat itu.
"Jujur demi Tuhan," kataku meyakinkan.

Karena aku sudah tidak kuat lagi, aku minta ijin pulang padanya.
"Yaa.. Mas kok pulang siicchh."
"Iyaa.. Mas ada perlu. Besok kalau nggak ada keperluan, Mas mau nemenin Sara deh.." sahutku.
Aku bangun agak tertunduk, maklum terpedoku ketekuk.
"Knapa Mass," tanya Sara.
"Aku kesemutan nih," elakku.
Dibantunyaaku berdiri, entah kenapa lenganku menyentuh susunya lagi dan dia puntidak merasa risih. Teras lunak dan hangat. Makin sakit rasa terpedoku.
"Udah ya.. sampe besok Sabtu." kataku.

HariSabtunya aku datang lagi. Kok rumahnya sepi. Pada kemana..? Biasanyakalau Sabtu bapak dan ibunya sudah pulang. Dan mereka pergi jalan-jalanmalam harinya.
"Pada kemana Sar, kok sepi," tanyaku ke Sara saat ketemu.
"Papatugas ke Palembang 3 hari, Mama ke Pakistan, katanya sih sekitar 4harian. Si Siti sama Imah izin ke Garut. Tinggal Mang Ujang (sopirnya),Pak Parno (tukang kebun) sama Bi Inah," katanya.
Ternyata sopir bapak dan ibunya adalah sopir kantor.
"Mas.. boleh nggak hari ini Sara izin nggak belajar?" tanyanya.
"Lho.. kok nggak bilang kemaren. Mas udah dateng baru bilang. Emangnya kamu kenapa? Sakit..?"kataku.
"Nggak..tadi aku pijam video bagus sama Sari (temannya), dia bilang nontonnyanggak boleh sendirian harus berdua. Tadinya mau nonton sama Ketty,eehh.. si Ketty pake ikut papa segala.. Ya aku tunggu Mas dateng aja."
"Kamu ada PR nggak?" tanyaku.
"Barusan udah aku kerjain kok. Coba aja Mas cek.." katanya sambil menyodorkan buku Matematika-nya.

Aku cek ternyata betul semua.
"Yaudah kalau begitu. Film apa sih, kok nontonnya harus berdua?" tanyakusambil melihat ke judul filmnya. American Angel terbaca disampulnya.Tak ada gambar.
"Terima kasih ya Mas. Yuuk.. ke kamar Sara. Videonya ada di sana." katanya sambil menggandeng tanganku ke kamarnya.

KamarSara ternyata besar sekali. Ada rak yang penuh dengan boneka, ada TVbesar, ada stereo set lengkap, ada AC-nya, ada kamar mandinya, mejabelajarnya bagus, tempat tidurnya luas (ukuran kingsize) dan adapintunya ke balkon. Eh.. ada teleponnya lagi. Bukan main. Rumahku samakamarnya masih luas kamarnya. Aku keliling terkagum-kagum.
"Kalau si Ketty tidurnya di mana?" tanyaku.
"Lho.. Ketty khan kamarnya di sebelah.. Mas belum tahu ya." katanya sambil memasukkan video ke playernya.

Akumakin kagum aja, kamar segini luas dipake sendiri. Bermimpi pun akutidak pernah punya kamar seperti ini. Apalagi membayangkan. Takut tidakkesampaian. Aku duduk di karpet bersandarkan tempat tidur melihat keTV. Mana gambarnya?
"Oh yaa.. Mas mau minum apa? Bi Inah lagi tidur katanya dia lagi masuk angin." tanyanya sambil keluar kamar.
"Air putih aja deh," jawabku takut ngerepotin dia.

Ohya, aku lupa. Saat itu Sara tumben memakai daster agak tipis. Biasanyadia memakai celana pendek sama kaos. Dasternya itu lho yang nggaknahan. BH sama celana dalamnya terbayang. Dia masuk sambil membawasebotol air dan gelas, lalu ditaruh di meja belajarnya.
"Kalau haus ambil sendiri ya Mass, aku taruh di sini," katanya lalu mem-play-kan videonya.
"Pantesan dari tadi nggak ada gambarnya." gumanku dalam hati.
Dia duduk di sebelahku. Tercium harum badannya. Bau sabun mandi. Oh, ternyata dia habis mandi. Pantes kelihatan segar.

"Mas,tadi khan guru sejarahku nggak masuk, lalu aku ke kantin samatemen-temen. Mereka cerita tentang pacar mereka, pengalaman merekapacaran. Aku malu lho.. Mas, masak cuman aku aja yang nggak punyapacar."
"Lho.. emang kamu belum punya pacar?" pancingku.
"Ihh.. Mas ngledek. Ya belum doongg.."
"Mau nggak jadi pacar Mas," godaku.
"Emangnya Mas juga belum punya pacar?" tanyanya.
"Siapa yang mau sama Mas, orang jelek miskin gini." kataku merendah.
"Tapi Sara kan belum punya pengalaman pacaran, Mas.."
"Emang Mas udahh. Mas khan juga belum pernah." sahutku.

Hening sekejap. Sementara di TV ada adegan orang ciuman.
"Mas, apa enaknya sih ciuman seperti itu?" katanya sambil matanya menatap TV.
"Dibilang Mas belum pernah.. ya.. mana tahu rasanya.."
"Kayaknya sih enak, liat tuh sampe merem-merem segala," sambungku.

Heninglagi, yang ada adalah adegan yang kian merangsang di TV. Si lelakisedang bergelut sambil melucuti pakaian perempuannya, begitu pulasebaliknya. Mereka saling melucuti. Lalu mereka saling meremas."Aaahh.. ohh.. sshh.. shshshs.." begitu suara di TV. Kurasakan nafasSara semakin cepat. Lalu menyandarkan kepalanya ke pundakku. Kakinyayang tadi diselonjorkan, kini ditekuk. Penisku mulai menegang. Ketikasi perempuan sedang mengulum penis lelaki, siSara mendesah, "Ihh.." Akutak tahu apa maksud desahannya. Jijik atau apa.

Tiba-tiba Sara berbisik, "Mass.. ajarin Sara ciuman doongg.."
"Supaya Sara nggak malu kalo cerita sama temen-teman." sambungnya.
"Si Rina malah susunya pernah dicium sama pacarnya.. seperti yang divideo itu," katanya menambahkan.
Aku seperti mendapat durian runtuh. Disaat penisku keras, nafsuku naik karena adegan TV, ada yang minta dicium, Bidadari lagi.

"Mumpung sepi nggak ada orang nihh." batinku.

Kurangkuldia, lalu kupangku menghadapku. Sara pasrah saja terhadap apa yangkulakukan. Kucium pipinya, matanya, hidungnya. Dia menikmati semua yangkuberikan. "Aaahh.. Maass.. hmm.."Kuelus-elus punggungnya, kupegangpantatnya sambil kuremas. Bulat dan keras. Tangannya pun mulai memelukpinggangku. Kukecup bibirnya. Mula-mula dia tidak membuka mulutnya.Hanya bibir kami yang bertautan. Kumainkan lidahku, akhirnya mulutnyaterbuka. Lidahku dan lidahnya saling membelit. Terasa manis ludahnya."Ternyata muridku pintar sekali belajar. Dia mengikuti apa yang akulakukan." Kucoba meraba susunya. Dia tersentak. Tapi ciumanku takkulepaskan. Tangannya memegang tanganku tapi tidak ditarik hanyadipegang saja. Pertanda dia pun menikmatinya. Kuremas dari luarperlahan bukit kembarnya. "Aaahh.. Maass.." desahnya.

Kuberdirikandia, kuplorotkan dasternya. Dia kaget sekali. Langsung kucium lagibibirnya, tangan kiriku meremas-remas pantatnya, tangan kananku meremassusunya. Lama-kelamaan dia sudah tak peduli lagi dengan tubuhnya yangsetengah telanjang. Hanya dengan BH dan CD cream-nya. Kudorong dia ketempat tidur. Tanganku sekarang berusaha memegang susunya dari balikBH-nya. Kuangkat BH kirinya, kupegang langsung ke putingnya yangmenonjol. "Aaacchh.. Mass.. sshh.. sshh.." desahnya disela-selanafasnya yang memburu. Sambil menatap matanya yang mulai sayu, tangankananku mencoba melepas BH-nya. Tak ada penolakan sama sekali. Bukanmain muridku ini.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik