STARK™
Welcome To Stars Cheaters

Playing Mommy and Daddy

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Playing Mommy and Daddy

Post by |VJ|NaZtHeW on November 15th 2010, 9:36 am

"Tapi Mike, aku mau main," kata adikku dengan uring-uringan.

AdikkuCindy yang baru menginjak usia 10 tahun ini memang manja dan sulitdiatur apalagi kalau sudah menginginkan sesuatu, akupun sering tidaksabar melayani permintaannya.

"OK," kataku pasrah, "Tapi disini nggak ada mainan anak-anak."

Kamimemang sedang berkunjung ke rumah nenek, ayah dan ibuku pergimengunjungi saudara lainnya bersama nenek, sedang aku disuruh mengasuhadikku yang manja ini.

"Lalu kamu ingin main apa," tanyaku kebingungan karena tidak kutemukan mainan anak-anak disini.
"Bagaimana kalau kita main rumah-rumahan?" usul adikku.
"Ohh.. jangan yang itu," keluhku.

Akubayangkan adikku akan main masak-masakan, maka akan berhamburan sampahdimana-mana dan tentunya menjadikan pekerjaan tambahan buat dirinyauntuk membersihkannya kembali.

"Kamu jadi Ayahnya dan aku jadi Ibunya," kata adikku menambahkan.

Tiba-tibamuncul ide nakal dikepala remaja tanggung 13 tahun ini.. Mike pernahdengar tentang permainan 'dokter-dokteran' atau ada yang menyebut'mainan ibu-bapak'. Dia sendiri belum pernah tahu tentang 'permainan'itu, dia jadi ingin mencobanya. Tapi bagaimana bila Cindy cerita keayah atau ibunya? Biasanya orang tuanya nggak akan menanyakan secaradetail permasalahan anak-anaknya, kecuali kalau mereka bertengkar. Jadiasal dia bisa menjaga tidak ada pertengkaran, dia yakin Cindy nggakakan menceritakan ke orang tuanya.

"Aku jadi Ayah dan kamu jadi Ibu?" kataku.
"Ya tentu saja, masak kamu akan jadi Ibu?" sahut adikku bingung nggak mengerti arah pertanyaanku.
"Mainan Ibu dan Bapak membuat bayi," usulnya coba-coba memancing sambil memperhatikan reaksi adiknya.

Diasendiri ragu-ragu untuk mempraktekan niatnya untuk melakukan sesuatuyang dia sendiri belum pernah tahu. Dia yakin bahwa sebagai wanitaCindy sudah pernah dengar tentang bagaimana bayi dilahirkan, dantentunya sedikit banyak juga pernah punya bayangan tentang bagaimanabayi dibuat. Mike melihat mata Cindy melotot dan kemudianberputar-putar, menunjukkan bahwa dia berpikir serius.

"OK, terserah kamu," kata Cindy dengan suara lirih ragu-ragu.

Mikehampir tidak percaya akan keberuntungannya hari ini. Dia bayangkan bisajadi mereka tidak bisa mempertahankan 'keperawanannya' lebih lanjut..Tapi.. Ok, dia akan memutuskan setelah melihat perkembangan situasi dankondisinya. Khususnya kesiapan adiknya Cindy. Tapi paling tidak hariini dia akan berkesempatan melihat tubuh adiknya Cindy telanjang lagi,keadaan yang sudah tidak pernah dia lihat lagi selama 2 tahun ini.Ibunya memang tidak mengijinkan lagi mereka mandi bersama sejak Cindyberusia 9 tahun.

"Kita sebaiknya masuk ke kamarmu," katanya kepada Cindy.

Cindy memandangnya dengan tatapan tanda-tanya, Mike pun menambahkan,

"Kita sebaiknya 'mainan ibu-bapak' diatas ranjang, disini kotor."

DanCindy pun Cuma mengangguk tanpa mengatakan apa-apa. Mike segeramengunci pintu setelah mereka berdua masuk kamar. Wajah Mike pucatketika tiba-tiba ibunya datang, tapi ternyata ibunya hanya memberikansenyum kepada mereka dan tanpa berhenti terus berjalan menuju dapur.Untung ibunya nggak sempat mendengar pembicaraan mereka yang terakhir.

Setelah mereka di dalam kamar Cindy pun bertanya, "Terus apa yang kita lakukan?"

MukaMike kembali merah, dan cepat-cepat dia kunci pintu kamar, dan dia punbertanya lagi untuk meyakinkan,"Cindy, kamu yakin kita akan melakukanini?"

Gadis ini jadi agak bingung menebak arah pertanyaankakaknya, dia pun menjawab, "Kamu kan yang mengusulkan 'mainanibu-bapak', aku bosan nggak ada mainan lain."

Gadis cilik inimemang masih terlalu polos untuk memahami pikiran orang dewasa.Kemudian Mike membuka semua pakaiannya sampai telanjang bulat, danCindy pun mengikuti perbuatan itu. Hampir tidak ada perbedaan secarafisik antara tubuhnya dan tubuh Cindy. Dada gadis cilik itupun tampakmasih rata seperti dadanya. Hanya Cindy tidak memiliki penis sepertidirinya. Kemaluannya hanya berupa gundukan daging cembung denganbelahan vertikal ditengahnya.

"Mmm.. Cindy, kamu ingat kata-kata Mama tentang laki-laki memegang 'anumu' yang dibawah itu," bisik Mike pelan-pelan.

Cindy memandang ke arah batang kemaluan kakaknya yang tampak tegang membengkak, dia pun berkata,

"Kata Mama OK, jika aku menginginkannya pula. Tapi kenapa kau tanyakan? ini kan idemu?"

Mikehampir bersorak kegirangan atas keberuntungannya, bahwa adiknyaternyata juga menginginkannya, atau paling tidak menyetujui idenya.Tapi karena dia juga belum berpengalaman tentang sex, Mike tidak tahupasti apa yang harus diperbuatnya terlebih dahulu. Akhirnya dia pundapat ide bagus. Mike kemudian menceritakan dia pernah baca buku sex-edbahwa laki-laki akan memasukkan 'anunya' ke dalam lubang 'anu' gadis,kemudian menggerakkannya keluar-masuk sampai si laki-laki orgasme(mengeluarkan cairan putih dari ujung 'anunya') didalam lubang 'anu' sigadis. Dan bilamana beruntung sigadis akan hamil dan mereka akan punyabayi sembilan bulan kemudian.

"Oh Mike," seru Cindy dengan suara tertahan.

Cindyhampir tidak percaya bahwa kakaknya benar-benar menginginkan melakukan'itu' kepadanya. Memang main rumah-rumahan atau 'main ibu-ayah' adalahmainan anak-anak. Tapi melakukan 'ibu-bapak membuat bayi' sepertinyacenderung lebih ke arah permainan orang dewasa.

"Begini caranya ayah membuat bayi di mami," perintah Mike, seolah-olah seorang guru yang mengajari pelajaran praktek.
"Ayahmemasukkan 'alat pembuat bayi-nya' ke lubang bayi Mama, dan kemudian..Oohh," desah Mike ketika batang kemaluannya tidak bisa masuk-masuk kedalam liang kemaluan adikknya. Memang didaerah sekitar vagina Cindysudah mulai basah sehingga beberapa kali batang kemaluannya terpelesetkesamping. Dan lagi liang vagina itu tersembunyi didalam belahan bibirvaginanya sehingga tidak terlihat sama sekali dari luar.

"Sinisaya bantu," kata Cindy, gadis ini kemudian berbaring terlentang terusmenarik tubuh kakaknya untuk menindih tubuhnya dari atas. Batang penisyang sudah bengkak itu digenggamnya kemudian ujung penis itu diarahkandan ditempelkan tepat di liang vaginanya yang kecil itu.

"Sekarangtekan," perintahnya sambil masih memegangi batang penis itu agar tidakmeleset lagi. Gadis itupun mengangkat-angkat pinggulnya untuk membantuagar batang penis itu cepat masuk.
"Cepat masukkan 'alat pembuat bayimu' dan oohh.. ahh.. aduuhh sakkiitt.. stop.. stop dulu.. Ahh. Pelan-pelan Kak."

MulutCindy mengerang-erang tiada henti, ada rasa geli-geli nikmat dan sakitpedih bercampur aduk. Tubuhnya sampai menggigil menahan perasaannya itu.

"Ooohh..Uuuhh.." desahan Mike, anak muda ini merasakan sensasi luar biasa dibatang penisnya, liang vagina adiknya yang sempit itu seperti menjepitdengan kuat kepala penisnya sehingga menimbulkan rasa geli-geli nikmatdan ngilu yang luar biasa. Dia benar-benar nggak mengira akan sepertiini rasanya hubungan sexual. Meskipun hanya kepala penisnya saja yangbisa masuk, tapi rasanya sudah luar biasa nikmatnya.

Sebenarnyabatang kemaluan itu tidak masuk seluruhnya. Hanya bagian kepalanya sajayang bisa masuk, karena terganjal oleh diding keperawanan Cindy. Danmereka juga tidak lagi berusaha untuk memasukkan lebih lanjut, karenamereka kira hanya seperti itu dalamnya liang vagina Cindy.

"Ohhenak sekali dik.. Seperti ini caranya ayah membuatkan bayi pada Mama,dan.. Uuuhh.. Aaahh," Mike pun nggak sanggup lagi berkata-kata, merakberdua cuman bisa mendesah-desah dan merintih, sampai kemudian Mikemerasa batang kemaluannya berdenyut-denyut, seperti mau kencing.

"Cindy, kamu mau bayi kan? Aku.. Aahh.. Aku mau keluar.." kata Mike terbata-bata.
"Ya..ya.. aahh.. oohh.. Aku.. aku mau.. aahh," sahut Cindy dengan nafasmegap-megap. Cindy memeluk kakaknya erat-erat sambil matanya terpejam.Gadis itu merasa tubuhnya seperti terbang melayang-layang. Sebenarnyasudah sejak tadi gadis cilik ini mengalami orgasme dan bahkan sudahlebih dari sekali.

Mike pun sudah tidak tahan lagi. Dan..sensasi dasyat pun dirasakan oleh Mike ketika ujung kemaluannyamenyemburkan sperma beberapa kali di dalam liang vagina adikknya yangmasih perawan itu. Dan bersamaan dengan itu, Cindy pun mengalami halyang serupa. Denyutan-denyutan batang kemaluan Mike dan kemudiandisusul semprotan sperma pemuda itu membuat vaginanya ikutberkontraksi. Dan untuk kesekian kalinya gadis itu mengalami orgasmelagi.

Kedua anak yang sebenarnya belum bisa digolongkan remajaitu pun kemudian tertidur saling berpelukan. Batang penis Mike masihterjepit didalam liang vagina perawan milik adiknya sendiri. Beberapamenit kemudian merekapun tersadar dan saling berpandangan dengantatapan bingung.

"Uhh, Cindy?" bisik Mike sambil melepaskanpelukannya, sehingga batang kemaluannya yang sudah mengkerut danmengecil itu terlepas dari liang vagina Cindi.

Tidak adatanda-tanda noda darah disekitar liang vagina gadis cilik itu. Yang adahanya cairan sperma putih kental milik Mike yang bercampur denganlendir bening milik Cindy. Memang hubungan intim itu tidak sampaimerusakkan selaput perawan Cindy.

"Mmm..?" desah Cindy.
"Kapan kamu terakhir haid?" tanya Mike.
"Apa itu 'haid'?" tanya Cindy nggak paham.
"Ohh,..," keluh Mike, hati Mike sangat lega sekali, rupanya sang adik belummulai haid, sehingga amanlah dia, karena nggak mungkin adiknya bisahamil.
"Sudahlah lupakan saja, sekarang kamu mandi saja, kita baukeringat," kata Mike, dia khawatir kalau ibunya mencium bau spermanyayang khas itu.

Cindy pun segera bangun menuju kamar mandi. Mike sempat melihat cairan spermanya meleleh membasahi paha Cindy.

"Kak,kapan-kapan kita 'mainan ibu-bapak' lagi ya, enak sekali lho, kakakpinter banget kalau jadi bapak, Anu.. 'alat buat bayi' Kakak gedebanget, kalau dimasukan 'lubang bayi' cinta agak sakit, tapi enaksekali," kata Cindy sebelum masuk kamar mandi.

Mike cuman bengong nggak ngerti mau ngomong apa, "Nanti sajalah, kita lihat keadaan, sekarang kamu mandi cepat."

Satujam kemudian ketika ibunya memanggi mereka berdua, jantung Mike sempatdeg-degan, khawatir ibunya menanyai macam-macam dan sehingga Cindytanpa sengaja bisa membuka rahasia 'permainan ibu-bapak' yang merekalakukan. Ternyata ibunya cuman menyuruh mereka makan siang tanpamenanyakan aktivitas permainannya.

Tapi kembali jantung Mike sempat berdetak kencang ketika sore hari ayahnya tanya kepada Cindy.

"Anak manis, bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya ayahnya.
"Baik sekali Yah, kami main berdua sama Mike, Cindy senang," jawab Cindy lincah.
"Ohh, jadi hari ini kalian nggak bertengkar? Lalu kalian main apa?"
"Mike baik sekali koq, Mike sayang sama Cindy, kami mainan ibu-bapak, Mike pinter deh jadi bapak."

JantungMike seolah-olah berhenti berdetak, dia takut ayahnya mencium hal-halaneh. Tapi ternyata ayahnya nggak curiga, mungkin dia mengira kami mainsemacam 'rumah-rumahan'.

"Nah begitu dong, anak-anak ayah harus saling sayang-menyayangi."
"Iyayah, Mike sayang sama Cindy dan Cindy juga sayang banget sama Mike.Kapan-kapan Cindy mau 'mainan ibu-bapak' lagi sama Mike," jawab Cindypolos seolah-olah tanpa dosa.

Kedua orang tuanyapun tidakmenaruh curiga sama sekali. Tapi buat Mike, peristiwa itu benar-benarmembekas dihatinya dan tak pernah terlupakan seumur hidupnya. Itulahsaat dia kehilangan keperjakaannya. Dan beberapa tahun kemudian Miketahu dan bersyukur bahwa dia tidak sampai merusak selaput perawanadikknya Cindy.

|VJ|NaZtHeW
Corporal Grade IV
Corporal Grade IV

Gender : Male Sagittarius Jumlah posting : 40
Reputasi : 176
Cendol : 14
Birthday : 17.12.94
Join date : 20.10.10
Age : 21
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik